Sukabumi, gabungnyawartawanindonesia.co.id – Upaya pencegahan kenakalan remaja, khususnya maraknya geng motor di kalangan pelajar, terus digencarkan. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 Tahun Ajaran 2026 Resimen Desaka Dhira Pradhipa (DDP).
Pada Rabu, 22 April 2026, rombongan Siswa SIP 55 Pleton 3C Batalyon Cakra Manggala melaksanakan kunjungan edukatif ke SMK PGRI Salabintana, Kota Sukabumi. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi dampak negatif geng motor yang belakangan menjadi perhatian serius di tengah masyarakat.
Kedatangan para siswa SIP tersebut disambut hangat oleh jajaran sekolah, mulai dari kepala sekolah, para guru, hingga ratusan siswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Suasana penuh keakraban langsung terasa sejak awal acara, mencerminkan sinergi positif antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum dalam membina generasi muda.
Dalam penyuluhan tersebut, para siswa SIP menyampaikan berbagai materi penting terkait bahaya dan konsekuensi hukum dari keterlibatan dalam geng motor. Tidak hanya menjelaskan sisi kriminalitas, mereka juga mengupas dampak sosial, psikologis, hingga masa depan pelaku yang bisa terancam akibat pergaulan yang salah.
“Kami ingin adik-adik pelajar memahami bahwa geng motor bukan sekadar komunitas biasa, tetapi berpotensi membawa pada tindakan melanggar hukum yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ungkap salah satu perwakilan siswa SIP dalam sesi penyampaian materi.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berlangsung dalam format ceramah semata. Para siswa SIP juga menghadirkan pendekatan interaktif melalui games edukatif dan sesi tanya jawab yang membuat suasana semakin hidup.
Para siswa tampak aktif berpartisipasi, bahkan tidak sedikit yang mengajukan pertanyaan seputar hukum dan cara menghindari pergaulan negatif.
Sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, rombongan SIP turut menyerahkan cenderamata kepada pihak sekolah. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama dan sesi foto yang menjadi simbol kebersamaan serta komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan hukum yang lebih kuat. Edukasi semacam ini dinilai penting sebagai langkah preventif dalam menekan angka keterlibatan remaja dalam aktivitas geng motor yang kerap meresahkan masyarakat.
Kunjungan Siswa SIP Angkatan 55 ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi muda tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi antara sekolah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan pendekatan humanis dan edukatif, diharapkan para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai disiplin, hukum, dan masa depan yang lebih baik.










