BREAKING NEWS : GWI ACEH
Di Hari Perpisahan, Seorang Anak Menemukan Kembali Sosok Ibu
Momen Haru Ketua TP PKK Sabang Dipeluk Siswi Yatim Warnai Pelepasan Kelas VI SD Negeri 1 Sabang
SABANG –Gabungnyawartawanindonesia.co.id.|| 12 JUNI 2026 || Tidak semua kisah besar lahir dari podium kehormatan. Ada kalanya, sebuah pelukan sederhana justru mampu menyampaikan pesan kemanusiaan yang jauh lebih dalam daripada seribu kata.
Itulah yang terjadi dalam acara Pelepasan Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Sabang, ketika suasana yang semula dipenuhi tawa dan kebahagiaan mendadak berubah menjadi lautan haru.
Di hadapan para guru, orang tua, dan ratusan tamu undangan, seorang siswi dengan mata berkaca-kaca perlahan menghampiri Ketua TP PKK Kota Sabang, Ny. Nuri Zulkifli H. Adam, yang hadir bersama Hj. Erwani Meuthia, Staf Ahli TP PKK Kota Sabang sekaligus istri Wakil Wali Kota Sabang.
Tanpa sepatah kata pun, siswi tersebut langsung memeluk erat Ny. Nuri.
Pelukan itu bukan pelukan biasa.
Pelukan itu adalah luapan kerinduan yang selama ini tersimpan dalam hati seorang anak yang telah kehilangan sosok ibu tercintanya.
Dalam dekapan hangat Ketua TP PKK Kota Sabang itu, seolah seluruh rasa rindu, kehilangan, dan kerinduan yang selama ini dipendam akhirnya menemukan tempat untuk bersandar.
Suasana mendadak hening.
Sejumlah guru tampak menundukkan kepala. Para orang tua yang hadir terlihat terdiam. Beberapa bahkan tak kuasa menahan haru ketika mengetahui bahwa siswi tersebut sudah lama ditinggalkan sang ibu untuk selamanya.
Hari itu sejatinya adalah hari yang membahagiakan bagi para siswa yang akan meninggalkan bangku sekolah dasar dan melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Namun bagi siswi tersebut, hari bahagia itu juga menghadirkan ruang kosong yang tak mudah tergantikan.
Ruang yang biasanya diisi oleh sosok ibu yang mendampingi, memeluk, dan mengabadikan momen penting dalam kehidupan anaknya.
Melihat hal itu, Ny. Nuri Zulkifli H. Adam dengan penuh kasih sayang membalas pelukan tersebut. Ia merangkul siswi itu dengan lembut, seakan ingin mengatakan bahwa kasih seorang ibu tidak pernah mengenal batas.
Saat itu, masyarakat tidak lagi melihat beliau sebagai Ketua TP PKK Kota Sabang atau istri Wali Kota Sabang, H. Zulkifli H. Adam.
Yang terlihat hanyalah sosok seorang ibu.
Sosok yang menghadirkan keteduhan.
Sosok yang memberikan rasa aman.
Sosok yang mampu mengobati luka batin seorang anak hanya melalui sebuah pelukan.
Momen tersebut menjadi salah satu potret paling menyentuh dalam rangkaian pelepasan siswa SD Negeri 1 Sabang tahun ini.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, peristiwa itu mengingatkan semua orang bahwa kasih sayang, perhatian, dan sentuhan kemanusiaan masih menjadi kekuatan terbesar dalam membentuk karakter generasi muda.
Pelukan itu mungkin hanya berlangsung beberapa detik.
Namun maknanya akan dikenang sepanjang hayat.
Karena pada hari itu, seorang anak yang kehilangan ibunya menemukan kembali kehangatan seorang ibu dalam sosok perempuan yang hadir dengan ketulusan hati.
Dan pada hari itu pula, masyarakat Sabang menyaksikan bahwa jabatan tertinggi sekalipun tidak akan pernah lebih mulia daripada kemampuan untuk menghadirkan kasih sayang kepada sesama.
Di bawah langit Pulau Weh yang cerah, sebuah pelukan sederhana telah menjadi simbol cinta, empati, dan kemanusiaan.
Pelukan yang tidak hanya menghangatkan hati seorang anak, tetapi juga menyentuh hati seluruh orang yang menyaksikannya.
“Di hari perpisahan sekolahnya, ia tidak bisa lagi memeluk ibu kandungnya yang telah tiada. Namun Tuhan menghadirkan seorang perempuan berhati ibu untuk menghapus rindunya, walau hanya dalam beberapa saat. Dan terkadang, itulah bentuk kasih sayang yang paling indah.”
Sabang – Kota Wisata, Kota Humanis, Kota Penuh Kasih Sayang ❤️🙏🏻🌹
-Reporter/Perss Media GWI-ACEH (Wilayah Sabang) : MJ Eric Karno
-Sumber/Photo : Ketua TP PKK Sabang
-Rilis/RedaksiNasional : Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id.










