Tangerang Selatan | gabungnyawartawanindonesia.co.id — Yayasan Pendidikan Ibnu Abbas yang berlokasi di Jalan Tandon Ciater BSD, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Sektor 12, Kota Tangerang Selatan, resmi meresmikan gedung pendidikan barunya pada Senin (9/2/2026).
Peresmian gedung tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan layanan pendidikan Islam non-pesantren yang berkualitas, inklusif, serta ramah keluarga. Gedung baru ini dilengkapi dengan 15 ruang kelas yang diperuntukkan bagi berbagai program pendidikan unggulan, di antaranya PKBM Ibnu Abbas Ciater BSD, Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta Kursus Bahasa Arab.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan mutu proses belajar mengajar, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Islam yang unggul tanpa harus meninggalkan lingkungan keluarga.
Acara peresmian yang berlangsung khidmat sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wali Kota Tangerang Selatan, serta jajaran pejabat pemerintah di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Ketua Yayasan Ibnu Abbas Ciater BSD, Haidar Abdulah, menjelaskan bahwa pendirian lembaga pendidikan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap banyaknya orang tua yang menginginkan pendidikan setara pesantren bagi anak-anak mereka, namun belum siap melepas anak untuk tinggal jauh dari keluarga.
“Kami melihat adanya kebutuhan pendidikan non-pesantren yang memiliki kualitas keislaman setara pesantren, khususnya dalam penguasaan Al-Qur’an dan bahasa Arab, namun tetap menjaga suasana pendidikan keluarga,” ujar Haidar.
Menurutnya, Yayasan Ibnu Abbas Ciater BSD Sektor 12 menjadi salah satu pelopor di Indonesia dalam penerapan metode pembelajaran bahasa Arab secara penuh (full Arabic) bagi peserta didik non-pesantren. Meski waktu belajar hanya sekitar 5–6 jam per hari, yayasan ini berhasil merumuskan metode pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan.
Metode tersebut bahkan telah diadopsi oleh sejumlah lembaga pendidikan di berbagai daerah seperti Medan, Sulawesi, dan Jawa Tengah, tanpa sistem waralaba.
“Metode ini kami bagikan secara gratis sebagai bentuk kontribusi kami dalam membantu pemerintah memajukan dunia pendidikan,” tambahnya.
Selain penguatan Al-Qur’an dan bahasa Arab, Yayasan Ibnu Abbas Ciater BSD juga memberikan perhatian besar pada pengembangan sains dan matematika. Tujuannya adalah mencetak generasi yang cerdas, religius, serta berdaya saing tinggi tanpa membatasi cita-cita peserta didik.
“Anak-anak bebas menentukan masa depannya, baik menjadi dokter, pengusaha, maupun profesi lainnya. Yang terpenting, mereka memiliki dasar agama yang kuat,” jelas Haidar.
Dalam hal pembiayaan, yayasan menegaskan komitmennya sebagai lembaga non-profit yang tidak membedakan peserta didik berdasarkan kemampuan ekonomi. Dari total 288 siswa yang terdaftar, sekitar 70 siswa mendapatkan keringanan biaya, mulai dari pembebasan biaya hingga pembayaran semampunya.
“Kami tidak pernah menolak satu pun murid karena alasan biaya. Yang terpenting adalah kesiapan orang tua untuk menjadi mitra dalam mendidik anak,” tegasnya.
Sejak didirikan pada tahun 2015, Yayasan Ibnu Abbas BSD hadir sebagai lembaga pendidikan non-pesantren yang dibangun bukan untuk kepentingan bisnis, melainkan sebagai bentuk amal dan pengabdian di bidang pendidikan dan keagamaan.
Dengan diresmikannya gedung pendidikan baru ini, Yayasan Ibnu Abbas BSD berharap dapat semakin memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Islam yang berkualitas serta berkontribusi dalam mencetak generasi masa depan yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkarakter.
Penulis: Syarief ’96
