TAK CUKUP BERKOAR! HUT KE-57 IPK, DPD IPK BINJAI BUKTIKAN KEPEDULIAN: 61 ANAK PANTI JADI PERHATIAN

banner 468x60

BINJAI — GabungnyaWartawanIndonesia.co.id | Kalau hanya menggelar seremoni, siapa pun bisa. Kalau hanya memasang ucapan HUT, semua organisasi mampu. Tetapi ketika berbicara tentang kepedulian yang benar-benar menyentuh masyarakat, di situlah keberadaan sebuah organisasi diuji.

DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Binjai memilih jalur berbeda dalam memperingati HUT ke-57 IPK.

Bukan sekadar berkumpul dan merayakan usia organisasi, jajaran DPD IPK Kota Binjai justru turun langsung menemui warga panti di Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 35, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Bantuan berupa bahan makanan dan kebutuhan pokok diserahkan kepada pihak panti. Sebuah aksi sederhana, tetapi menyimpan pesan yang jauh lebih besar: organisasi harus hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua DPD IPK Kota Binjai Deni Iskandar Sembiring, didampingi Sekretaris Dhan Nugraha, S.Sos., Bendahara Josua Gabe, S.Kom., serta jajaran pimpinan dan anggota IPK Kota Binjai.

Rombongan diterima Ketua Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah Alija Izet Begovic, S.Pd., bersama para pengurus dan anak-anak asuh.

Dan di tempat inilah perhatian itu diarahkan kepada 61 anak asuh, terdiri dari 25 putri dan 36 putra.

57 TAHUN JANGAN HANYA JADI ANGKA

Ketua DPD IPK Kota Binjai, Deni Iskandar Sembiring, tidak ingin momentum HUT ke-57 berhenti sebagai catatan seremonial.

Ia menegaskan, semakin panjang usia organisasi, semakin besar pula tuntutan untuk menunjukkan manfaat kepada masyarakat.

“Momentum HUT ke-57 IPK kami maknai dengan aksi nyata untuk berbagi dan menebar manfaat bagi sesama. Kepedulian tidak cukup hanya diucapkan. Harus dibuktikan dengan tindakan nyata,” tegas Deni.

Pernyataan tersebut menjadi garis tegas arah kegiatan sosial DPD IPK Kota Binjai.

Menurutnya, organisasi kepemudaan tidak boleh kehilangan rasa terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

“IPK harus hadir di tengah masyarakat. Kami tidak ingin organisasi hanya dikenal dari atribut atau kegiatan internal. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan perhatian, kita harus hadir sesuai kemampuan kita,” ujarnya.

Deni menegaskan bahwa 61 anak yang berada di panti merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan perhatian.

“Mereka punya cita-cita dan masa depan. Jangan sampai mereka merasa sendiri. Hari ini kami datang membawa kepedulian, sekaligus ingin menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat yang harus kita perhatikan bersama,” katanya.

BUKAN SOAL BESAR-KECILNYA BANTUAN

Bantuan bahan makanan dan kebutuhan pokok yang diberikan mungkin tidak serta-merta menyelesaikan seluruh kebutuhan panti.

Namun, nilai dari kegiatan tersebut bukan semata-mata dihitung dari jumlah barang yang diserahkan.

Ada waktu yang diluangkan. Ada langkah yang dilakukan. Ada perhatian yang diberikan.

Dan yang paling penting, ada pesan yang sampai kepada anak-anak panti: masih ada yang peduli.

Ketua Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah, Alija Izet Begovic, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta bantuan yang diberikan DPD IPK Kota Binjai.

Pihak panti berharap kepedulian seperti itu tidak berhenti pada momentum HUT, tetapi dapat terus berlanjut melalui silaturahmi dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

KETIKA KEBESARAN ORGANISASI DIUJI

Inilah bagian yang sering dilupakan.

Kebesaran organisasi bukan hanya soal seberapa besar nama yang dikibarkan. Bukan pula sekadar seberapa ramai atribut dikenakan. Kebesaran organisasi diuji dari seberapa nyata keberadaannya dirasakan masyarakat.

DPD IPK Kota Binjai memilih menjadikan HUT ke-57 sebagai momentum untuk memperlihatkan hal tersebut.

Tidak hanya bicara. Tidak hanya berjanji. Tidak hanya merayakan. Tetapi turun dan berbuat.

Karena bagi 61 anak panti, sebuah kunjungan dan bantuan mungkin sederhana.

Namun bagi mereka, perhatian itu dapat menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian.

Dan bagi IPK Kota Binjai, pesan HUT ke-57 menjadi semakin jelas:

USIA BOLEH 57 TAHUN. ORGANISASI BOLEH SEMAKIN BESAR. TETAPI JANGAN PERNAH KEHILANGAN KEPEDULIAN KEPADA SESAMA.

Sebab organisasi tanpa kepedulian hanya meninggalkan nama. Tetapi organisasi yang mau hadir dan berbuat akan meninggalkan manfaat.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *