Rekonstruksi Perampokan Karanggede Boyolali: 43 Adegan Ungkap Aksi Keji Pelaku

banner 468x60

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | Boyolali – Rekonstruksi kasus perampokan sadis yang mengguncang warga Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, digelar di lingkungan Polres Boyolali pada Kamis (9/4/2026). Sebanyak 43 adegan diperagakan untuk mengungkap secara rinci rangkaian tindakan brutal pelaku.

Kasus ini melibatkan tersangka Agus Ratmono (A), 30 tahun, yang merupakan tetangga korban, D (33), seorang juragan satai. Dalam peristiwa tragis yang terjadi pada 29 Januari 2026, pelaku tidak hanya menganiaya korban, tetapi juga menghabisi nyawa anak korban yang masih berusia 6 tahun, AQ.

Dalam rekonstruksi, terungkap aksi kekerasan yang dilakukan tersangka tergolong sangat sadis. Pelaku mencekik korban sebanyak dua kali, menyayat leher empat kali dalam dua adegan, serta menusuk leher korban sebanyak 10 kali dalam dua adegan berbeda.

Adegan awal memperlihatkan tersangka yang lebih dulu menjaminkan sepeda motor Honda Vario di wilayah Sawit, Boyolali, guna memperoleh uang Rp4 juta. Uang tersebut kemudian digunakan untuk berjudi slot di sebuah angkringan.

Setelah itu, tersangka kembali ke Karanggede dengan diantar seorang rekannya. Dalam perjalanan, ia sempat membeli sarung tangan sebagai bagian dari upaya menyamarkan identitas.

Sesampainya di dekat lokasi, tersangka meminta turun dengan alasan akan dijemput istrinya. Namun, ia justru berjalan menuju rumah korban dengan menyamarkan diri, mulai dari membalik jaket, mengenakan masker, hingga menutup kepala dengan tudung jaket.

Di rumah korban, pelaku melepas sepatu dan sarung tangan sebelum memanggil korban.
“Dar, satu kali saja,” ujar tersangka dalam reka adegan, mengaku hanya sekali memanggil korban.

Karena uang yang dijanjikan tidak kunjung diberikan, pelaku kemudian melakukan penganiayaan di ruang tamu hingga menyeret korban ke dapur. Di lokasi tersebut, tersangka mencekik, menyayat menggunakan pisau cutter, serta menusuk korban dengan gunting yang diambil dari dapur.

Tak hanya itu, anak korban yang mengetahui kejadian tersebut sempat berteriak meminta pertolongan. Namun naas, saat kembali ke dalam rumah, sang anak juga menjadi sasaran kekerasan. Pelaku memasukkan kepala korban anak ke dalam ember berisi air sambil mencekik hingga tak bernyawa.

Pelaku kemudian kembali menganiaya korban utama dengan menyiram air dan menyeretnya ke kamar mandi sebelum kembali menusuk leher korban untuk memastikan kematian.

Setelah memastikan kedua korban meninggal dunia, pelaku mengambil sejumlah barang milik korban, termasuk pakaian dan sepeda motor, sebelum melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, menegaskan bahwa tidak ada fakta baru yang ditemukan dalam rekonstruksi tersebut.

“Dalam rekonstruksi ini, pelaku sempat menyiram air ke korban untuk memastikan korban sudah meninggal. Fakta yang kami temukan, korban sempat berpura-pura meninggal agar tidak kembali dianiaya. Tersangka juga sempat mengambil beberapa benda untuk menghilangkan jejak,” ujarnya.

Rekonstruksi ini mempertegas rangkaian kejahatan yang dilakukan tersangka sekaligus menjadi bagian penting dalam proses penyidikan sebelum berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

(Armila GWI)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *