Pihak Keluarga Ahli Waris Diharapkan Segera Berkoordinasi Terkait Pemindahan Makam di Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat

banner 468x60

Singkawang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar,– Dalam rangka mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembangunan pada lokasi yang telah ditetapkan di Desa Sakong, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan.

Berdasarkan hasil inventarisasi lapangan, ditemukan dua makam tua yang berada di dalam area rencana pembangunan. Sebagian makam tersebut diperkirakan telah berusia cukup lama dan hingga saat ini belum diketahui secara pasti identitas maupun keberadaan ahli warisnya.

Kepala Pelaksana Utama Proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kalimantan Barat, Wildan, mengatakan bahwa pemerintah bersama pihak pelaksana pembangunan sangat menghormati keberadaan setiap makam sebagai bagian dari nilai kemanusiaan, sejarah, dan budaya.

“Sebelum mengambil langkah lebih lanjut, kami membuka kesempatan kepada masyarakat yang merasa memiliki hubungan keluarga atau mengetahui informasi mengenai makam-makam tersebut untuk menyampaikan keterangan kepada panitia,” ujar Wildan, Sabtu (1/8).

Menurutnya, seluruh informasi yang disampaikan masyarakat akan diverifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apabila hingga batas waktu yang telah diumumkan tidak terdapat pihak yang dapat menunjukkan hubungan sebagai ahli waris atau memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, maka penanganan selanjutnya akan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap jenazah serta nilai-nilai kemanusiaan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung proses tersebut secara bijaksana demi kelancaran pembangunan fasilitas pendidikan yang nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa keberadaan makam di lokasi tersebut juga dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan apabila tidak segera ditangani, mengingat kondisi lahan yang berpotensi mengalami longsor.

“Kita khawatir terjadi longsor yang bisa menimpa bangunan sekolah, terlebih nantinya ada anak-anak yang sedang menjalani kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Karena itu, apabila keberadaan pihak keluarga atau ahli waris telah diketahui, pihak pelaksana siap melakukan musyawarah untuk membahas proses pemindahan makam ke lokasi yang lebih aman.

“Mungkin dari segi biaya kita bisa membantu sebagai bentuk dukungan. Nanti semuanya akan dibicarakan dan disepakati bersama melalui musyawarah,” harapnya.

Melalui pemberitahuan ini, masyarakat yang merasa sebagai keluarga atau ahli waris, maupun yang mengetahui informasi mengenai makam tersebut, diharapkan segera menghubungi panitia atau pihak pelaksana pembangunan agar proses penyelesaian dapat dilakukan secara baik, bermartabat, dan sesuai ketentuan yang berlaku.(Rin).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *