Pontianak,gabungnyawartawanindonesia.co.id- Kalbar – Tokoh Pemuda Dayak Kabupaten Melawi, Rabi, S.Pd., C.BJ., C.EJ., menegaskan pentingnya peran media online dalam upaya edukasi dan sosialisasi kekayaan budaya daerah, khususnya adat budaya yang hingga kini masih lestari di tengah masyarakat.
Menurut Rabi, media massa, terutama media online, memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi yang mampu menjangkau publik secara cepat, luas, dan efektif. Di tengah perkembangan era digital, media dinilai menjadi sarana penting untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kita memiliki kearifan lokal yang luar biasa, salah satunya adalah kekayaan adat budaya kita. Ini bukan sekadar tradisi biasa, tetapi bagian dari hukum adat, filosofi hidup, dan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui media online, nilai-nilai luhur ini bisa kita sampaikan, kita edukasi, agar tidak hanya dikenal di kalangan kita saja, tetapi juga dipahami oleh dunia luar,” ujar Rabi.
Meluruskan Persepsi, Menjaga Martabat Adat
Rabi menjelaskan, masih banyak masyarakat di luar daerah yang belum memahami makna mendalam dari adat budaya yang dimiliki masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Melawi. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak disampaikan secara utuh dan benar.
Ia menilai, media memiliki tanggung jawab penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif, faktual, dan berimbang agar masyarakat luas dapat memahami adat budaya bukan sebatas tradisi seremonial, melainkan warisan leluhur yang sarat nilai sakral, penghormatan, dan filosofi kehidupan.
“Tugas media adalah menyampaikan fakta dan edukasi. Agar masyarakat luas tahu bahwa adat budaya di Melawi adalah tradisi yang penuh kesakralan, hormat, dan nilai filosofis yang tinggi. Bukan hal yang keliru dipahami, melainkan warisan leluhur yang harus kita banggakan,” tegasnya.
Media Sebagai Wadah Pelestarian Budaya
Di era digital yang serba cepat, Rabi berharap insan pers dan pengelola media online dapat terus berkolaborasi dalam menghadirkan konten-konten budaya yang positif, edukatif, dan berkelanjutan.
Menurutnya, publikasi budaya melalui media online bukan hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga bagian dari upaya dokumentasi dan pelestarian nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Dengan bantuan media, cerita tentang adat budaya dan seluruh kekayaan budaya Dayak Melawi bisa abadi, tersimpan, dan bisa diakses oleh generasi mendatang serta dunia internasional. Mari kita lestarikan budaya melalui tulisan dan gambar agar tak lekang oleh waktu,” pungkas Rabi.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa media online tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga, merawat, dan memperkenalkan identitas budaya lokal agar tetap lestari serta dihormati di tengah arus globalisasi.
Pewarta : Lapior










