BREAKING NEWS : GWI ACEH
Silaturrahmi dan Nilai Syariah Diyakini Jadi Kekuatan Utama Penggerak Ekonomi Nasional yang Berkeadilan dan Penuh Keberkahan
Gabungnyawartawanindonesia.co.id.| 15 Mei 2026
Aceh Besar — Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan ekonomi modern yang semakin kompleks, penguatan nilai silaturrahmi serta penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dinilai menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun ekonomi nasional yang kokoh, berkeadilan, produktif, dan penuh keberkahan. Silaturrahmi bukan lagi sekadar tradisi sosial dalam kehidupan masyarakat, melainkan telah menjadi modal sosial strategis yang mampu memperkuat kepercayaan, memperluas jejaring usaha, dan mendorong tumbuhnya kolaborasi ekonomi yang sehat serta berkelanjutan.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Dr. Junaidi, dosen tetap STAI Jamiatur Tarbiyah Aceh Utara yang juga dikenal luas sebagai guru pengajian dan pembina Rumah Tahfiz Raudhatul Qur’an di Komplek Bharadaksa, Desa Rabeu, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar.
Tokoh yang akrab disapa “Waled” itu menegaskan bahwa dalam perspektif hukum ekonomi syariah, silaturrahmi memiliki posisi yang sangat penting dalam membangun hubungan ekonomi yang sehat, harmonis, transparan, dan saling menguatkan antarindividu maupun pelaku usaha.
Dalam keterangannya bersama sejumlah akademisi dari Universitas Malikussaleh dan STIA Nasional, Dr. Junaidi menyoroti pentingnya memperkuat hubungan sosial, membangun komunikasi yang sehat, serta menumbuhkan rasa saling percaya sebagai pondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kepercayaan sosial merupakan aset terbesar dalam membangun kekuatan ekonomi bangsa. Ketika hubungan sosial terjalin dengan baik dan dilandasi nilai kejujuran serta amanah, maka peluang kerja sama, investasi, pengembangan usaha, hingga perluasan jaringan ekonomi akan tumbuh semakin luas dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Silaturrahmi bukan hanya mempererat ukhuwah dan hubungan persaudaraan, tetapi juga menjadi jalan terbukanya rezeki, memperluas relasi usaha, serta memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat. Dalam prinsip ekonomi syariah, hubungan yang baik akan menghadirkan keberkahan dalam setiap aktivitas ekonomi,” ujar Dr. Junaidi.
Ia juga menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai syariah seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta semangat tolong-menolong harus terus diperkuat dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut merupakan pondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi yang sehat, adil, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Dr. Junaidi menilai bahwa ekonomi syariah sejatinya tidak hanya mengejar keuntungan material semata, tetapi juga mengedepankan nilai keberkahan, keseimbangan sosial, pemerataan kesejahteraan, serta kemaslahatan umat secara menyeluruh. Karena itu, aktivitas ekonomi harus dibangun di atas landasan moral, etika, dan tanggung jawab sosial yang kuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan dan manfaat luas bagi masyarakat.
Menurutnya, bangsa yang memiliki kekuatan silaturrahmi dan solidaritas sosial yang tinggi akan lebih mudah menghadapi tantangan ekonomi, karena masyarakatnya tumbuh dengan semangat gotong royong, kepedulian, dan rasa saling mendukung dalam membangun kesejahteraan bersama.
“Ekonomi yang dibangun dengan nilai amanah dan kejujuran akan melahirkan kepercayaan. Dari kepercayaan itulah tumbuh kekuatan ekonomi yang kokoh, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya menjaga silaturrahmi dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam dunia usaha dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Dengan memperkuat semangat persaudaraan, kolaborasi, dan kebersamaan yang harmonis, Indonesia diyakini mampu membangun sistem ekonomi nasional yang lebih tangguh, stabil, produktif, serta penuh keberkahan di masa depan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan semata, tetapi juga dari kuatnya nilai moral, solidaritas sosial, dan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara luas dan merata.
“Ketika ekonomi dibangun di atas nilai syariah, persaudaraan, dan rasa saling percaya, maka yang lahir bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberkahan, keadilan, serta kesejahteraan bersama bagi bangsa dan negara,” tutupnya penuh optimisme.
-Reporter/Perss Media GWI-ACEH ( Wilayah Aceh) : MJ Eric Karno
-Sumber/Photo : Waled Aceh
-Rilis/RedaksiNasional : Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id.










