Ketapang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Musim kemarau panjang mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Desa Balai Pinang, Kecamatan Balai Berkuak, Kabupaten Ketapang. Pemerintah desa mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya warga di wilayah Simpang Hulu, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Imbauan tersebut disampaikan melalui pesan resmi Pemerintah Desa Balai Pinang dengan seruan “STOP MEMBAKAR!”. Masyarakat diajak bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.
Sejumlah hal penting ditekankan kepada masyarakat, di antaranya tidak membuang puntung rokok sembarangan, memastikan api benar-benar padam setelah digunakan, serta menyiram bekas pembakaran dengan air.
Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca kering dan sebelum turun hujan. Lingkungan sekitar juga diharapkan tetap dijaga agar terhindar dari potensi kebakaran.
Kondisi musim kemarau membuat lahan dan vegetasi menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar dan menyebar apabila tidak segera ditangani.
Kepala Desa Balai Pinang, Fransiskus Adiki, S.I.P., turut mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama melakukan pencegahan sejak dini.
“Cegah kebakaran, selamatkan bumi kita. Jangan bakar sembarangan, bermain api. Masa depan ada di tangan kita,” pesannya.
Pemdes Balai Pinang berharap imbauan tersebut tidak hanya dibaca, tetapi juga disebarluaskan kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar agar kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat.
Pemerintah desa menegaskan pentingnya tindakan pencegahan sebelum api membesar.
“JANGAN TUNGGU API MEMBESAR, BARU BERTINDAK!”
Pewarta: Andus Moncol










