“Muskot XIX PMI Cirebon Dibuka, Wali Kota Tegaskan Peran Vital PMI di Garis Depan Kemanusiaan” 

banner 468x60

Tayang 1 Mei 2026

Kota Cirebon, gabungnyawartawanindonesia.co.id., – Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, resmi membuka Musyawarah Kota (Muskot) XIX Palang Merah Indonesia Kota Cirebon yang digelar di Markas PMI, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa PMI bukan hanya sekadar organisasi sosial, tetapi memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menangani persoalan kemanusiaan.
“PMI adalah wajah nyata negara saat masyarakat membutuhkan pertolongan. Mulai dari bencana, kebakaran, hingga kebutuhan darah darurat, PMI selalu hadir,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para relawan PMI yang dinilai sebagai kekuatan utama dalam menjalankan misi kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran relawan menunjukkan bahwa semangat kepedulian di tengah masyarakat masih sangat kuat.
“Relawan PMI selalu ada di garis depan. Ini menjadi kekuatan besar dalam membangun solidaritas sosial di Kota Cirebon,” tambahnya.

Namun demikian, Wali Kota mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Isu seperti perubahan iklim hingga meningkatnya kerentanan sosial menuntut PMI untuk terus beradaptasi dan memperkuat perannya.
Ia berharap Muskot XIX ini mampu melahirkan kepengurusan yang amanah serta program kerja yang lebih konkret, terutama dalam meningkatkan respons cepat bencana dan pelayanan darah.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Cirebon, Edial Sanif, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan PMI menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“PMI tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan pemerintah sangat penting agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” katanya.

Terkait layanan darah, Edial mengungkapkan bahwa PMI Kota Cirebon tidak hanya melayani kebutuhan warga kota, tetapi juga daerah sekitar.

“Sekitar 70 persen stok darah kami digunakan oleh masyarakat luar Kota Cirebon. Permintaan darah sangat dinamis, tergantung kondisi seperti persalinan atau kecelakaan. Saat stok menipis, kami mengandalkan donor pengganti dari keluarga pasien,” jelasnya.

Melalui Muskot XIX ini, ia berharap akan lahir inovasi dan kepengurusan baru yang mampu membawa PMI Kota Cirebon semakin modern, tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai pelayan kemanusiaan. (Tim)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *