Geopark Rinjani Bangkit: Gedung Terabaikan Kini Jadi Pusat Informasi Modern di Sembalun

banner 468x60

Gabungnyawartawanindonesia.co.id – Lombok Timur – Transformasi signifikan terjadi di kawasan Sembalun setelah sebuah bangunan yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diresmikan sebagai Pusat Informasi Geopark Rinjani, Sabtu malam (2/5/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah baru dalam penguatan sektor pariwisata dan edukasi berbasis konservasi di Lombok Timur.

Peresmian dilakukan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, yang menilai fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan kawasan geopark secara terintegrasi dan berstandar internasional.

Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan bahwa gedung tersebut sebelumnya sempat menjadi sorotan karena tidak memiliki fungsi yang jelas. Bahkan, ada rencana untuk menghapus bangunan itu. Namun, seiring meningkatnya pengakuan dunia terhadap Geopark Rinjani, pemerintah daerah akhirnya mengalihfungsikan gedung tersebut menjadi pusat informasi.

Ia menilai keberadaan fasilitas ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan pariwisata daerah. Menurutnya, pengembangan sektor wisata perlu didukung oleh kekuatan daya tarik yang lebih variatif, khususnya di kawasan Sembalun dan desa wisata di sekitarnya.

Harapan besar juga disematkan kepada pengelola baru geopark, Qwadru Putro Wicaksono, untuk menghadirkan inovasi serta memperkuat pengelolaan kawasan berbasis pelestarian dan pemberdayaan masyarakat.

Di sisi lain, Gubernur NTB mengapresiasi kerja keras semua pihak yang berhasil melanjutkan pembangunan yang sempat terhenti akibat gempa 2018. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini menjadi bagian penting dari upaya kebangkitan kawasan wisata Rinjani.

Secara internasional, Geopark Rinjani kembali memperoleh pengakuan dengan mempertahankan status “Green Card” dari UNESCO. Status tersebut memastikan kawasan ini tetap berada dalam jaringan geopark dunia.

Meski demikian, terdapat sejumlah rekomendasi yang harus ditindaklanjuti dalam beberapa tahun ke depan, seperti peningkatan kualitas infrastruktur wisata, penguatan edukasi pengunjung, integrasi informasi geologi dan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Gubernur juga menekankan pentingnya pengelolaan data yang terintegrasi di pusat informasi tersebut, dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten. Ia mengajak semua pihak untuk terus berinovasi di tengah keterbatasan anggaran demi keberlanjutan pengelolaan kawasan.

Dengan diresmikannya fasilitas ini, kawasan Gunung Rinjani diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga pusat edukasi yang mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya bagi masyarakat setempat.(red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *