Sanggau–Landak, gabungnyawartawanindonesia.co.id,— Pintu Gerbang perbatasan antara Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak hingga kini tak kunjung mendapat perbaikan. Padahal, tahun 2026 sudah di depan mata. Kondisi ini dinilai memalukan karena gerbang tersebut merupakan simbol utama batas wilayah dua kabupaten di Kalimantan Barat.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan terjadi di kedua sisi wilayah, baik dari arah Kabupaten Sanggau maupun Kabupaten Landak. Struktur bangunan tampak usang, cat mengelupas, serta fasilitas pendukung nyaris tidak terawat.
Risman, salah satu pengendara roda dua yang hendak pulang ke Kabupaten Sanggau, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, pintu gerbang perbatasan itu sudah bertahun-tahun tidak tersentuh pembangunan.
“Sekarang sudah mau masuk tahun 2026, tapi pintu gerbang ini masih seperti ini saja. Padahal ini simbol utama perbatasan. Sangat memalukan,” ujar Risman,Minggu 04/01/2026.
Ia menambahkan, kerusakan tidak hanya terjadi di satu sisi wilayah. Baik dari arah Sanggau maupun Landak, kondisi gerbang sama-sama memprihatinkan. Selain bangunan yang rusak, kondisi lingkungan sekitar juga terlihat kumuh dan tidak tertata.
“Lingkungannya kumuh dan tidak layak. Ini sangat membahayakan, apalagi bagi pengendara yang singgah untuk beristirahat. Bisa terjadi kecelakaan kalau dibiarkan terus,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, baik Kabupaten Sanggau maupun Kabupaten Landak, segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan.
Pintu gerbang perbatasan dinilai bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wajah daerah yang mencerminkan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan pintu gerbang perbatasan Sanggau–Landak tersebut.
Pewarta : Rinto Andreas
