Pandeglang-Banten / Dalam pengerjaan pembangunan drainase yang ada di Kp.Cigendis desa Sukamanah Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang Banten, Sumber dana DD-Tahap 2 tahun 2026 diduga kuat Asjad alias asal jadi.
Pasalnya.” Saat Tim Investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang-Banten mendatangi lokasi pekerjaan terlihat banyak sekali kejanggalan:
1.Diduga dalam galian untuk pemasangan batu pondasi di temukan bongkahan batu alam yang besar dan batu batu tersebut tidak di buang atau di pecahkan terlebih dahulu.
2.Diduga dalam galian tersebut terdapat pipa air dan pemasangan batu pondasi pemasangan drainase tersebut menimpa diatas pipa air tersebut
3.Diduga pemasangan batu pondasi awal tidak diberikan amparan kerja terlebih dahulu, Pasir ukuran 0,05 dan sebagian tidak di berikan adukan pasir dan semen terlebih dahulu.
Salah satu warga sekitar yang tak disebutkan inisialnya mengatakan.” Untuk pekerjaan tersebut tanya saja ke desa itu kan pekerjaan desa singkatnya.
Kepala desa Sukamanah saat di konfirmasi resmi via pesan WhatsApp oleh pihak GWI dengan No: 208/GWI-DPC/11/08/2026.Pihak kepala desa tidak memberikan jawaban lebih memilih bungkam.
Raeynold Kurniawan ketua GWI Pandeglang angkat bicara.” Kalau memang pekerjaan tersebut terbukti Asjad alias asal jadi kami meminta pihak monitoring kecamatan dan pihak inspektorat jangan tutup mata,Buat apa pembangunan bila tidak memikirkan kualitas dan kuantitas dari hasil pekerjaan yang ada tidak akan bertahan lama hanya akan buang buang anggaran tegasnya.
A.Umaedi ketua lembaga investigasi Negara (LIN) Pandeglang menambahkan.” Yang jadi pertanyaan saat pekerjaan di laksanakan memang tidak hadir tim pengawas dari kecamatan jangan sudah,Lalu dalam perencanaan seperti apa jelas itu ada pipa air masa batu pondasi di pasang di atas pipa air.Dan kami minta inspektorat untuk turun kelokasi pekerjaan bila memang tidak sesuai juknis wajib bongkar pungkasnya.
Sampai berita ini di terbitkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak Desa, Kecamatan maupun inspektorat.Dan pihak media memberikan ruang bagi berbagai pihak yang akan memberikan klarifikasinya terkait dengan hal tersebut.
Tim investigasi GWI










