Atraksi Debus Warnai Lomba Pidato Antar Rukun Tetangga di Labuan Pandeglang, Semarak HUT RI ke-81

banner 468x60

PANDEGLANG — Atraksi debus dan kendang penca menjadi daya tarik tersendiri dalam Lomba Pidato Antar rukun tetangga (RT) se-Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang digelar Komunitas Wartawan Labuan, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Atraksi seni bela diri tradisional itu sontak menarik perhatian warga yang hadir. Sejumlah penonton terlihat histeris saat menyaksikan aksi para pelaku debus. Bahkan, sebagian penonton memberikan saweran sebagai bentuk apresiasi terhadap pertunjukan seni tradisional tersebut.

Lomba pidato antar RT ini menjadi salah satu kegiatan yang berbeda dari perayaan Agustusan pada umumnya. Bahkan, kegiatan tersebut disebut sebagai lomba pidato antar-RT pertama yang digelar sejak berdirinya Kecamatan Labuan.

Acara secara resmi dibuka oleh Camat Labuan Yadi Pribadi, SE, dengan memukul gong di hadapan dewan juri, panitia, para peserta, undangan, dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Yadi mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perlombaan, tetapi juga dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi antar-ketua RT di Kecamatan Labuan.

“Dari momentum inilah, mudah-mudahan hikmah pertemuan sesama Ketua RT se-Kecamatan Labuan bisa saling bertukar paham, bisa saling bertukar informasi, baik soal kesejahteraan, soal lingkungan, juga soal perkembangan di desanya masing-masing,” ujar Yadi.

Ketua Pelaksana Lomba Pidato Antar RT se-Kecamatan Labuan, Mulya, menjelaskan alasan pihaknya menghadirkan atraksi debus dan kendang penca dalam pembukaan kegiatan.

Menurutnya, kedua kesenian tersebut merupakan bagian dari budaya masyarakat yang perlu tetap dikenalkan dan dilestarikan.

“Opening seremoni lomba menghadirkan atraksi seni debus dan kendang penca mengingat ini merupakan budaya khas masyarakat yang harus diakui,” kata Mulya.

Ia menambahkan, pemilihan kesenian tradisional juga mempertimbangkan efisiensi anggaran penyelenggaraan.

“Pelengkap dan nilainya terjangkau. Karena kalau organ mahal, band juga sama mahal,” ujarnya.

Mulya mengatakan, lomba pidato tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap peran ketua RT yang selama ini menjadi garda terdepan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, ketua RT merupakan ujung tombak yang mengetahui secara langsung kondisi warga di lingkungannya.

“Kita tergugah dengan kondisi ketua RT yang selalu jadi garda terdepan di kampung yang dipimpinnya masing-masing. Mereka jadi ujung tombak, jadi saksi secara langsung untuk keadaan, situasi dan kondisi warga masyarakatnya,” tutur Mulya.

Ia menilai ketua RT memiliki tanggung jawab yang tidak ringan karena menjadi tempat warga menyampaikan berbagai persoalan.

“Ketua RT selalu jadi tumpuan, jadi tempat mengadu segala keluh kesah tetangga, super lengkap dengan jerih payahnya,” lanjutnya.

Karena itu, Mulya berharap lomba pidato tidak hanya menjadi ajang menguji mental dan keberanian peserta. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan mampu menambah wawasan, gagasan, pengalaman, serta memperkuat hubungan antarwarga.

“Semoga dengan adanya lomba pidato antar ketua RT ini, bukan hanya sekadar menguji mental dan keberanian, bukan hanya sekadar menjadikan bertambahnya gagasan dan wawasan juga pembelajaran,” katanya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh untuk masyarakat dan bangsa.

“Selain kita bersilaturahmi bersama di momen HUT RI pada bulan Agustus ini, kita juga sama-sama memeriahkan, saling menghibur diri, saling berbagi ilmu agar semangat kita terus berkibar, untuk kita, untuk masyarakat dan bangsa,” sambung Mulya.

Lomba pidato antar-RT se-Kecamatan Labuan berlangsung selama satu hari. Dari hasil perlombaan, Kamaludin dari Desa Teluk berhasil meraih juara pertama.

Posisi juara kedua diraih Abah Entik dari Desa Kalanganyar, sedangkan Hj. Reni dari Desa Teluk berhasil menempati juara ketiga.

Mulya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan lomba pidato antar RT dalam rangka HUT RI ke-81 tersebut dapat terlaksana.

Salah satu pemenang, Hj. Reni, memberikan apresiasi kepada Komunitas Wartawan Labuan yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, lomba pidato antar-RT merupakan inovasi dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI karena selama ini perlombaan Agustusan lebih sering diisi dengan kegiatan seperti gerak jalan, tarik tambang, dan panjat pinang.

“Setiap tahun jenis lomba yang diadakan setiap kali Agustusan seputar gerak jalan, tarik tambang, dan panjat pinang. Baru kali ini ada yang berani mengadakan lomba pidato khusus RT,” ujar Hj. Reni.

Ia berharap Lomba Pidato Antar RT se-Kecamatan Labuan dapat kembali digelar pada tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Semoga di tahun depan diadakan lagi dengan jumlah peserta yang lebih banyak,” harapnya.

 

Mulya

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *