Dalam kesempatan tersebut, pihak rumah sakit menyoroti pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahan. Tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan, pengendalian malaria dinilai akan lebih efektif jika dimulai dari lingkungan sekitar dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Warga dianjurkan untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan memastikan tidak ada air tergenang yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Penggunaan kelambu saat tidur serta perlindungan diri dari gigitan nyamuk juga menjadi langkah penting yang disarankan.
Selain itu, kesadaran untuk mengenali gejala malaria turut ditekankan. Kondisi seperti demam tinggi, menggigil, dan keringat berlebih harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan penanganan yang tepat.
RSUD Selong juga terus memperkuat perannya dalam mendukung program eliminasi malaria melalui berbagai kegiatan, mulai dari penyuluhan kesehatan hingga peningkatan kualitas layanan bagi pasien.
Melalui peringatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa malaria dapat dicegah dengan langkah sederhana namun konsisten. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari malaria di masa depan.(red)