Lapor Pak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto: Jembatan Pedalaman Bengkayang Nyaris Roboh, Warga Minta Jangan Tunggu Korban Jiwa

banner 468x60

Bengkayang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar, – Jeritan masyarakat pedalaman tepatnya di Kecamatan Lembah Bawang,Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, kian menguat terkait kondisi dua jembatan tua peninggalan era transmigrasi yang hingga kini dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Dua jembatan tersebut berada di wilayah Sungai Subah, Godang Damar, serta Desa Papang Tembawang, yang selama puluhan tahun menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial lainnya.

Namun ironisnya, usia jembatan yang telah mencapai sekitar 27 tahun membuat kondisi fisiknya semakin memprihatinkan. Struktur kayu yang menua, rapuh, dan rawan roboh menimbulkan kekhawatiran besar bagi keselamatan warga.

Menurut Amboysius.AN, warga setempat mengatakan kepada awak ini,Rabu 29/04/2026 dimana yang bersangkutan yang juga pengurus DAD Kecamatan sekaligus penasehat DPC MMBB Kabupaten Bengkayang, pemerintah tidak boleh menunggu jatuhnya korban jiwa sebelum bertindak.

“Pak Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, jembatan ini adalah akses utama masyarakat. Kalau tidak segera dibangun, lambat laun akan roboh. Apakah harus menunggu korban jiwa dulu baru ada tindakan?” tegas Amboysius.AN.

Ia menilai, selama puluhan tahun masyarakat pedalaman seolah diabaikan dalam pemerataan pembangunan, padahal infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup warga desa.

“Sejak dulu sampai sekarang belum ada pembangunan serius dari APBD daerah. Kami hanya meminta keadilan pembangunan dan keselamatan masyarakat,” lanjutnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat dapat segera turun tangan sebelum kondisi jembatan benar-benar ambruk dan menimbulkan tragedi.

Seruan ini sekaligus menjadi pesan terbuka kepada Presiden RI agar pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman tidak terus dipandang sebelah mata.

Bagi masyarakat, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan mendesak demi menjaga keselamatan, roda perekonomian, dan masa depan generasi desa.

 

Pewarta : Lapior

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *