Ditinggal Jualan Pecel Ayam, Rumah Warga di Magelang Dijarah Kawanan Maling: Sertifikat Rumah hingga BPKB Digasak Tanpa Sisa

banner 468x60

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | MAGELANG – Aksi kriminal semakin brutal dan meresahkan masyarakat. Sebuah rumah milik warga di Dusun Karang Malang, Desa Candisari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, menjadi sasaran kawanan pencuri saat pemilik rumah tengah berjuang mencari nafkah dengan berjualan pecel ayam, Rabu malam (13/5/2026).

Kawanan pelaku diduga sudah mengincar rumah korban sejak awal. Dengan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong, para pelaku beraksi leluasa tanpa hambatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara menjebol pagar teralis bagian depan. Setelah itu, komplotan maling mencongkel pintu dapur samping untuk masuk ke dalam rumah.

Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berjualan pecel ayam di kawasan depan Agro Temanggung. Kondisi rumah yang kosong membuat para pelaku dengan mudah mengobrak-abrik isi rumah dan menggondol berbagai barang berharga.

Tak tanggung-tanggung, barang yang berhasil dibawa kabur antara lain surat sertifikat rumah, BPKB mobil, STNK, satu unit handphone merek Samsung, televisi berwarna, speaker aktif, PlayStation, hingga kunci kendaraan bermotor.

Hilangnya dokumen-dokumen penting tersebut membuat korban bukan hanya mengalami kerugian materi, namun juga dipusingkan dengan urusan administrasi dan legalitas kepemilikan aset.

Warga menduga pelaku berjumlah empat orang dengan menggunakan dua unit sepeda motor saat menjalankan aksinya. Setelah berhasil menggasak barang-barang berharga milik korban, para pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

Korban, Novi bersama istrinya Siti Hidayah (35), baru mengetahui rumah mereka dibobol setelah pulang berjualan. Mereka terkejut mendapati pagar rumah sudah rusak dan pintu samping dalam kondisi tercongkel terbuka.

Salah seorang warga berinisial SF (35) mengaku sempat melihat hal mencurigakan saat melintas di depan rumah korban sekitar pukul 21.30 WIB bersama istrinya, ED (36).

“Saya lihat lampu rumah menyala semua, jadi saya kira penghuni rumah ada di dalam. Tapi saya juga sempat melihat ada satu sepeda motor terparkir di dekat bekas cucian mobil depan rumah,” ungkapnya.

Keterangan saksi tersebut kini menjadi salah satu petunjuk penting bagi pihak kepolisian dalam memburu pelaku.

Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian mencapai sekitar Rp14 juta.

“Harapan saya pencurinya segera tertangkap dan surat-surat penting kami bisa kembali,” ujar Novi penuh harap.

Mendapat laporan dari korban, aparat kepolisian langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Kini kasus pencurian tersebut tengah ditangani pihak Polsek Secang guna dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut.

Maraknya aksi pembobolan rumah kosong di wilayah Magelang kini menjadi perhatian serius masyarakat. Warga berharap aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap dan menangkap komplotan pelaku sebelum kembali menebar teror terhadap warga lainnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *