Polri Dipuji Jadi Garda Terdepan Mudik, FRIC Tegas: Jangan Hanya Dapat Apresiasi, Negara Wajib Jamin Kesejahteraan Mereka

banner 468x60

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | Jambi — Fast Respon Indonesia Center (FRIC) tidak sekadar memberi pujian, tetapi juga melontarkan pernyataan tajam terkait peran vital Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mengamankan arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H tahun 2026 yang resmi berakhir pada 25 Maret 2026.

Menurut FRIC, keberhasilan pengamanan mudik tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bukti nyata pengorbanan luar biasa aparat di lapangan. Di saat jutaan masyarakat menikmati perjalanan menuju kampung halaman, aparat justru berada di garis depan, berjibaku dengan kemacetan, kelelahan, hingga risiko keselamatan.

“Jangan hanya beri tepuk tangan. Negara harus hadir memberi jaminan kesejahteraan bagi mereka. Polisi bukan robot, mereka manusia yang bekerja tanpa lelah demi rakyat,” tegas Ketua Umum FRIC dengan nada keras.

FRIC menilai, keberadaan Polri selama mudik benar-benar menjadi penentu utama lancar atau tidaknya arus lalu lintas nasional. Dengan pengawasan ketat, rekayasa lalu lintas, hingga kehadiran personel di titik-titik rawan, potensi kekacauan besar berhasil ditekan.

Bahkan, keterlibatan langsung Kapolri bersama Kakorlantas Polri dalam memantau arus mudik disebut sebagai bentuk tanggung jawab nyata, bukan sekadar simbolis.

“Ini bukan kerja formalitas. Ini kerja nyawa. Polisi berdiri berjam-jam di jalan, tanpa kepastian waktu istirahat yang layak. Kalau tidak ada mereka, kita harus jujur, mudik bisa berubah jadi bencana nasional,” lanjutnya.

Namun, FRIC juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak boleh menutupi fakta bahwa masih banyak tantangan yang harus dibenahi, mulai dari beban kerja personel hingga dukungan fasilitas di lapangan.

Lebih jauh, FRIC menegaskan bahwa seluruh petugas lintas sektor memang berperan, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP hingga pihak lainnya. Namun dalam realitas di lapangan, Polri menjadi simbol negara yang paling nyata dirasakan masyarakat.

“Polri adalah wajah negara di jalanan. Ketika masyarakat merasa aman, itu karena mereka. Ketika arus lancar, itu karena mereka. Maka sudah seharusnya negara tidak tutup mata,” tegasnya lagi.

Menutup pernyataannya, FRIC menyebut seluruh petugas pengamanan mudik sebagai pahlawan rakyat, namun dengan satu catatan penting: penghargaan tidak boleh berhenti pada kata-kata.

“Pahlawan tidak butuh pujian kosong. Mereka butuh perlindungan, kesejahteraan, dan penghormatan nyata dari negara,” pungkas Ketua Umum FRIC.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *