Menuju Pemilihan Peratin 2027, Tomi Sanjaya Usung Visi Sukamarga Maju, Sejahtera, Jujur dan Berkeadilan

banner 468x60

Sukamarga, GWI.co.id –

Menjelang pelaksanaan pemilihan Peratin Pekon Sukamarga untuk periode 2027–2035, berbagai harapan dan gagasan mulai disampaikan oleh masyarakat maupun para Bakal Calon yang siap mengambil bagian dalam proses demokrasi di tingkat Pekon.

Salah satu sosok yang menyatakan kesiapan untuk maju sebagai Bakal Calon Peratin Pekon Sukamarga adalah Tomi Sanjaya, S.Pd. Dengan membawa semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, Tomi Sanjaya menawarkan sebuah visi untuk membangun Pekon Sukamarga agar semakin maju, sejahtera, jujur dan berkeadilan.

Tomi Sanjaya, S.Pd. merupakan Putra dari pasangan Ibu Marhanah dan Ayah Suwardi Ishaq. Dengan latar belakang keluarga tersebut, dirinya ingin membawa Nilai-nilai pengabdian, kebersamaan, tanggung jawab serta kepedulian terhadap masyarakat dalam setiap langkahnya apabila nantinya diberikan amanah untuk memimpin Pekon Sukamarga.

Bagi Tomi, menjadi Peratin bukan semata-mata mengenai jabatan atau kedudukan. Lebih dari itu, jabatan tersebut merupakan sebuah amanah masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, keterbukaan dan kesungguhan.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Pekon harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terdapat kegiatan atau persoalan tertentu, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Pelayanan yang mudah, cepat, terbuka dan maksimal menjadi salah satu hal yang ingin diperkuat apabila dirinya mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Usung Visi “Bekerja dan Melayani Masyarakat”

Dalam pencalonannya sebagai Bakal Calon Peratin Pekon Sukamarga periode 2027–2035, Tomi Sanjaya membawa Visi:

“Bekerja dan Melayani Masyarakat Menuju Desa/Pekon Sukamarga yang Maju, Sejahtera, Jujur dan Berkeadilan.”

Visi tersebut menjadi landasan utama yang ingin diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

Menurut Tomi, pembangunan Pekon tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik. Kemajuan Pekon Sukamarga juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan pemerintahan, keamanan dan ketertiban, kehidupan keagamaan, kebudayaan, olahraga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan tersebut.

Pernyataan Tomi Sanjaya, S.Pd.

Tomi Sanjaya, S.Pd., selaku Bakal Calon Peratin Pekon Sukamarga, menyampaikan bahwa dirinya hadir dengan niat untuk mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya maju sebagai Bakal Calon Peratin Pekon Sukamarga bukan Semata-mata untuk mengejar sebuah jabatan. Bagi saya, yang paling utama adalah bagaimana kita bisa bekerja, mengabdi dan memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya, maka amanah tersebut harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab.”

Tomi menambahkan, dirinya ingin membangun Pemerintahan Pekon yang dapat memberikan rasa keadilan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.

“Saya ingin Pemerintahan Pekon Sukamarga ke depan bisa berjalan secara jujur, terbuka, adil dan dapat dipertanggung jawabkan. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang baik dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, kritik maupun saran. Pemerintahan pekon harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan akan berjalan dengan baik apabila antara Pemerintah Pekon dan masyarakat memiliki komunikasi serta hubungan yang kuat.

“Saya percaya pembangunan tidak mungkin dilakukan oleh satu Orang saja. Pemerintah Pekon membutuhkan masyarakat, begitu juga masyarakat membutuhkan Pemerintah Pekon. Karena itu, saya ingin mengedepankan komunikasi, musyawarah dan mufakat dalam setiap persoalan maupun dalam menentukan arah pembangunan Pekon Sukamarga,” lanjut Tomi.

Enam Misi menjadi Dasar Pengabdian

Untuk mewujudkan visi tersebut, Tomi Sanjaya menyiapkan Enam misi yang menjadi dasar perjuangannya sebagai Bakal Calon Peratin Pekon Sukamarga.

1. Mewujudkan Pemerintahan Pekon yang Jujur dan Berkeadilan
Misi pertama adalah membangun Pemerintahan pekon yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, transparansi dan tanggung jawab.

 

Tomi menilai bahwa Pemerintahan yang baik harus mampu memberikan pelayanan secara adil kepada seluruh masyarakat.

Tidak boleh ada masyarakat yang merasa dianaktirikan dalam mendapatkan pelayanan Pemerintahan. Semua warga harus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan serta menyampaikan aspirasi.

2. Mengutamakan Musyawarah dan Mufakat

 

Misi kedua adalah mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam penyelenggaraan Pemerintahan Pekon.

Menurut Tomi, setiap persoalan yang menyangkut kepentingan Masyarakat harus dibicarakan bersama.

“Saya ingin setiap keputusan penting yang menyangkut Masyarakat dapat dibicarakan secara Bersama-sama. Kita duduk bersama, kita dengarkan semua aspirasi, kemudian kita mencari jalan keluar yang terbaik melalui musyawarah dan mufakat,” katanya.

Semangat tersebut diharapkan dapat menciptakan Pemerintahan Pekon yang komunikatif dan tidak berjalan sendiri tanpa melibatkan masyarakat.

3. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

 

Misi ketiga adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat secara aktif dan maksimal.

Tomi menilai pelayanan publik merupakan salah satu wajah utama Pemerintahan Pekon. Karena itu, pelayanan administrasi maupun kebutuhan masyarakat lainnya harus dilakukan secara baik, ramah, cepat dan sesuai ketentuan.

Ia ingin masyarakat tidak merasa kesulitan ketika membutuhkan pelayanan dari Pemerintah Pekon.

“Masyarakat adalah bagian terpenting dalam pemerintahan. Karena itu, pelayanan harus Benar-benar kita utamakan. Saya ingin masyarakat datang ke Kantor Pekon mendapatkan pelayanan yang baik, mendapatkan informasi yang jelas dan mendapatkan solusi sesuai dengan kewenangan Pemerintah Pekon,” ujar Tomi.

4. Meningkatkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat

 

Misi keempat yang dibawa Tomi adalah meningkatkan kesejahteraan sekaligus keamanan masyarakat Pekon Sukamarga.

Menurutnya, pembangunan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Selain aspek kesejahteraan, keamanan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang nyaman.

Ia mendorong pentingnya kebersamaan antara Pemerintah Pekon, masyarakat dan seluruh unsur yang berkepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

“Kita ingin masyarakat hidup dengan aman, nyaman dan tenteram. Karena kalau lingkungan aman dan masyarakat saling peduli, maka kegiatan Ekonomi, Pendidikan, Keagamaan maupun kegiatan sosial juga akan berkembang dengan lebih baik,” tuturnya.

5. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Pekon

 

Misi kelima adalah meningkatkan Sarana dan Prasarana Pekon Sukamarga agar semakin memadai dan sesuai dengan kebutuhan Masyarakat.

Tomi berpandangan bahwa pembangunan infrastruktur harus berdasarkan kebutuhan serta skala prioritas Masyarakat.

Artinya, pembangunan tidak sekadar mengejar banyaknya kegiatan, tetapi harus Benar-benar memberikan manfaat nyata.

“Pembangunan Sarana dan Prasarana harus melihat kebutuhan masyarakat. Kita harus mendengarkan apa yang menjadi prioritas warga, kemudian menyusun perencanaan secara baik agar pembangunan yang dilaksanakan Benar-benar bermanfaat dan bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.

6. Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Bidang Keagamaan, Kebudayaan dan Olahraga

 

Misi keenam adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keagamaan, kebudayaan dan olahraga.

Menurut Tomi, pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Pekon Sukamarga.

Kegiatan keagamaan diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat. Sementara itu, kebudayaan perlu dijaga agar identitas dan nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Di sisi lain, olahraga juga dapat menjadi sarana untuk membangun generasi muda yang sehat, disiplin, kreatif dan berprestasi.

“Saya ingin anak-anak muda di Pekon Sukamarga mempunyai ruang untuk berkembang. Kita harus memberikan perhatian terhadap kegiatan keagamaan, kebudayaan dan olahraga. Generasi muda adalah aset Pekon yang harus kita dorong agar memiliki kegiatan positif dan mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki,” kata Tomi.

Siap Mengabdi, Melayani dan Menyatukan Masyarakat

Tomi Sanjaya juga menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin membangun Pekon Sukamarga hanya dengan mengandalkan Pemerintah Pekon.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.

Mulai dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Kaum Perempuan, Pelaku Usaha, kelompok Masyarakat, Lembaga Kemasyarakatan hingga seluruh warga harus memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan dan berpartisipasi dalam pembangunan.

“Saya ingin kita bersama-sama membangun Pekon Sukamarga. Tidak ada istilah pembangunan milik Pemerintah saja atau milik kelompok tertentu. Pekon ini milik kita bersama. Karena itu, kalau kita ingin Sukamarga lebih maju, lebih sejahtera dan lebih baik, maka kita harus bergandengan tangan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan momentum pemilihan Peratin sebagai alasan untuk memecah hubungan kekeluargaan.

Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.

“Perbedaan pilihan itu merupakan hal yang biasa dalam demokrasi. Jangan sampai karena perbedaan pilihan kita kemudian bermusuhan. Siapa pun nantinya yang mendapatkan amanah dari masyarakat, kita harus tetap menjaga persatuan dan kebersamaan. Yang paling penting adalah bagaimana Pekon Sukamarga ke depan bisa semakin baik,” tegas Tomi.

“Maju dan Sejahtera Harus Dibangun Bersama”

Lebih lanjut, Tomi Sanjaya menegaskan bahwa slogan “Bersama Kita Bangun Pekon Sukamarga yang Lebih Baik, Maju dan Sejahtera” bukan hanya sebuah kalimat yang tercantum dalam materi sosialisasi.

Baginya, kalimat tersebut merupakan gambaran semangat yang ingin dibangun bersama masyarakat.

Ia menyadari bahwa mewujudkan pekon yang maju dan sejahtera bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan perencanaan, komunikasi, kerja sama, pengawasan serta komitmen yang konsisten.

“Saya tidak ingin memberikan Janji-janji yang berlebihan. Yang ingin saya sampaikan adalah komitmen untuk bekerja dan melayani masyarakat. Kalau diberikan amanah, saya akan berusaha menjalankan tanggung jawab tersebut sebaik mungkin, tentunya dengan mengikuti aturan dan kemampuan yang dimiliki Pemerintah Pekon,” kata Tomi.

Ia juga berharap masyarakat dapat memberikan masukan dan kritik yang konstruktif agar setiap program yang nantinya dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan.

“Saya terbuka terhadap kritik dan saran. Justru kritik dari masyarakat sangat penting agar pemerintahan dapat melakukan evaluasi. Kita tidak boleh merasa paling benar. Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mau mendengarkan masyarakat,” tambahnya.

Dorong Pemerintahan yang dekat dengan masyarakat

Tomi Sanjaya menilai bahwa kedekatan antara Pemerintah Pekon dan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan pembangunan.

Pemerintah Pekon harus mengetahui kondisi masyarakat secara langsung, mulai dari kebutuhan pembangunan, pelayanan administrasi, persoalan sosial, keamanan lingkungan, kegiatan keagamaan, pembinaan generasi muda hingga berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

Dengan komunikasi yang baik, persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Tomi juga menginginkan agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek pembangunan yang ikut menentukan arah kemajuan Pekon Sukamarga.

Mengedepankan Kejujuran dan Keadilan

Salah satu poin yang cukup ditekankan dalam Visi dan Misi Tomi adalah persoalan kejujuran dan keadilan.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan Pemerintahan Pekon.

“Kepercayaan masyarakat tidak boleh disia-siakan. Kalau kita dipercaya, maka kita harus menjaga kepercayaan itu dengan kejujuran, keterbukaan dan tanggung jawab. Saya ingin masyarakat mengetahui bahwa Pemerintahan Pekon bekerja untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan Pemerintahan yang bertanggung jawab serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Harapan untuk Generasi Muda Pekon Sukamarga

Selain pembangunan infrastruktur dan pelayanan Pemerintahan, perhatian terhadap generasi muda menjadi salah satu hal yang ingin dikembangkan.

Tomi menilai pemuda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Pekon Sukamarga.

Karena itu, kegiatan positif di bidang olahraga, kebudayaan, keagamaan dan pengembangan kapasitas generasi muda perlu mendapatkan perhatian.

“Saya ingin Pemuda Sukamarga menjadi generasi yang aktif, kreatif dan produktif. Jangan sampai pemuda kita tidak mempunyai ruang untuk menyalurkan bakat dan potensinya. Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak muda untuk berkembang,” tuturnya.

Berkomitmen Membangun Sukamarga dengan Semangat Kebersamaan

Mengakhiri penyampaiannya, Tomi Sanjaya kembali menegaskan bahwa pencalonannya sebagai Bakal Calon Peratin Pekon Sukamarga merupakan bagian dari niat untuk mengabdi kepada masyarakat.

Ia berharap proses pemilihan Peratin nantinya dapat berjalan secara demokratis, aman, tertib dan penuh kekeluargaan.

“Saya memohon doa dan dukungan dari masyarakat Pekon Sukamarga. Saya hadir dengan niat untuk mengabdi, bekerja dan melayani. Mudah-mudahan apabila diberikan kepercayaan, saya bisa menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Mari kita bersama-sama membangun Sukamarga yang lebih baik, maju, sejahtera, jujur dan berkeadilan,” pungkas Tomi Sanjaya, S.Pd.

Dengan membawa visi “Bekerja dan Melayani Masyarakat Menuju Pekon Sukamarga yang Maju, Sejahtera, Jujur dan Berkeadilan”, Tomi Sanjaya, S.Pd. menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam kontestasi pemilihan Peratin Pekon Sukamarga periode 2027–2035.

Semangat pengabdian, pelayanan masyarakat, musyawarah dan pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari gagasan yang ditawarkan.

Kini, Masyarakat Pekon Sukamarga memiliki ruang untuk mencermati setiap Visi, Misi dan gagasan yang disampaikan para Bakal Calon. Pada akhirnya, proses Demokrasi di tingkat Pekon diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang mampu menjaga persatuan, bekerja secara bertanggung jawab serta Benar-benar hadir untuk kepentingan masyarakat.

Bersama kita bangun Pekon Sukamarga yang lebih baik, maju dan sejahtera.

Rusli/Andika

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *