Sanggau,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar,– Harapan masyarakat Dusun Segok-Sebaboi, Desa Sebuduh, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, untuk segera menikmati aliran listrik hingga kini belum juga terwujud.
Meski berbagai upaya telah dilakukan sejak Februari 2026, warga mengaku masih belum mendapatkan kepastian terkait realisasi program pemasangan listrik di wilayah mereka.Rabu 24/6/2026.
Kekecewaan masyarakat semakin meningkat karena hingga saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai jadwal survei maupun tahapan lanjutan dari pihak PLN. Padahal, menurut warga, kebutuhan listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang pendidikan, aktivitas ekonomi, dan pelayanan masyarakat.
Sejumlah warga mengaku telah menyampaikan aspirasi mereka melalui berbagai jalur, termasuk menghadap langsung kepada Bupati Sanggau, Yohanes Ontot. Namun hingga kini, mereka menilai belum ada perkembangan yang dapat memberikan kepastian bagi masyarakat.
“Kami hanya ingin kejelasan. Sudah berbulan-bulan menunggu, tetapi sampai sekarang belum ada informasi pasti kapan survei dilakukan atau kapan listrik masuk ke kampung kami,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media ke Kantor PLN UP3 Sanggau juga belum membuahkan hasil. Saat mendatangi kantor PLN, awak media tidak berhasil bertemu langsung dengan pihak manajemen.
Menurut keterangan petugas keamanan (security) yang berjaga, pesan yang disampaikan dari Manajer PLN Sanggau menyebutkan bahwa terkait persoalan program listrik di Dusun Segok-Sebaboi, pihak yang ingin memperoleh informasi diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Desa Sebuduh.
“Untuk persoalan listrik di Segok-Sebaboi, kami mendapat arahan agar berkoordinasi terlebih dahulu dengan kepala desa,” ujar petugas keamanan kepada awak media.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Warga menilai informasi terkait program listrik seharusnya dapat disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui perkembangan dan kendala yang dihadapi.
Tokoh masyarakat setempat berharap PLN dapat memberikan penjelasan resmi terkait status usulan listrik, hasil koordinasi yang telah dilakukan, serta rencana tindak lanjut yang akan ditempuh. Menurut mereka, keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut pendidikan anak-anak, kegiatan usaha masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga,” kata salah seorang tokoh masyarakat.
Karena belum adanya kepastian hingga saat ini, sebagian warga meminta PLN pusat untuk melakukan evaluasi terhadap penanganan program listrik di wilayah tersebut agar kebutuhan masyarakat dapat segera mendapat perhatian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PLN UP3 Sanggau maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal survei maupun realisasi program listrik di Dusun Segok-Sebaboi.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak PLN UP3 Sanggau, Pemerintah Desa Sebuduh, maupun pihak terkait lainnya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Rin).










