Jumat Barokah, Ny. Yuliana, S.Pd. dan Ny. Nur’Arafah, S.Sos. Edukasi Santri Balai Pengajian Raudhatul Razaqa tentang Menabung dan Beramal | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Jumat Barokah, Ny. Yuliana, S.Pd. dan Ny. Nur’Arafah, S.Sos. Edukasi Santri Balai Pengajian Raudhatul Razaqa tentang Menabung dan Beramal

ACEH UTARA —| 7 AGUSTUS 2026 | GABUNGNYAWARTAWANINDONESIA.CO.ID |Kegiatan Jumat Barokah di Balai Pengajian Raudhatul Razaqa berlangsung penuh suasana kekeluargaan dan edukasi. Dalam kesempatan tersebut, Ny. Yuliana, S.Pd. dan Ny. Nur’Arafah, S.Sos. memberikan edukasi kepada para santri tentang pentingnya menabung, beramal, berbakti kepada orang tua, serta tekun menuntut ilmu sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Di hadapan para santri, Ny. Yuliana, S.Pd. menyampaikan bahwa kebiasaan menabung sebaiknya ditanamkan sejak usia dini. Menabung bukan hanya mengajarkan anak untuk mengelola uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, serta kemampuan menentukan skala prioritas dalam kehidupan.

“Anak-anak harus belajar menabung sejak sekarang. Sedikit demi sedikit, apabila dilakukan dengan istiqamah, insyaallah akan menjadi sesuatu yang besar dan bermanfaat di kemudian hari. Membantu orang tua juga merupakan bagian dari ibadah, apalagi jika dilakukan dengan ikhlas dan disertai niat menjadi anak yang saleh dan salehah,” pesannya.

Ny. Yuliana yang merupakan seorang guru juga mengingatkan para santri agar tidak hanya mengejar pendidikan umum, tetapi juga tekun menimba ilmu agama. Menurutnya, ilmu agama menjadi landasan penting dalam membentuk akhlak, kepribadian dan karakter generasi muda.

Ia juga mengajak para santri untuk senantiasa mendoakan kedua orang tua agar Allah SWT memberikan kesehatan, kelapangan rezeki, kemudahan dalam setiap urusan serta mengabulkan segala hajat yang baik.

Sebagai bentuk nyata edukasi menabung dan berbagi, Ny. Yuliana memberikan masing-masing santri sebuah celengan target. Para santri juga mendapatkan santunan berupa uang jajan yang kemudian diarahkan untuk disisihkan dan dimasukkan ke dalam celengan sedikit demi sedikit.

“Tidak perlu menunggu punya banyak uang untuk mulai menabung. Dari uang jajan yang kita miliki, sisihkan sebagian. Hari demi hari, sedikit demi sedikit, insyaallah akan terkumpul dan dapat digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting atau ketika ada keperluan mendesak,” ungkapnya.

Selain mengajarkan menabung, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama. Para santri diharapkan memahami bahwa sebagian rezeki yang dimiliki juga terdapat hak orang lain yang membutuhkan.

Ny. Yuliana, S.Pd. merupakan Bhayangkari dari Iptu Dr. Junaidi, Pama Ditreskrimsus Polda Aceh, yang juga aktif sebagai dosen pada Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STAI Jamiatut Tarbiyah (STAI Jamitar) Aceh Utara serta mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Aceh.

Ny. Nur’Arafah: Pendidikan adalah Jalan Mengubah Masa Depan

Sementara itu, Ny. Nur’Arafah, S.Sos. memberikan motivasi kepada para santri agar tetap semangat menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun pendidikan umum.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk mengubah kehidupan dan meraih masa depan yang lebih baik. Namun, ilmu yang dimiliki harus dibarengi dengan adab, etika dan akhlak yang baik.

“Anak-anak harus rajin belajar. Jangan pernah merasa lelah untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu, insyaallah kita dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Tetapi ilmu juga harus disertai adab dan etika, karena orang yang berilmu harus mampu menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan,” pesannya.

Ny. Nur’Arafah juga berbagi pengalaman hidup kepada para santri. Ia mengaku pernah merasakan berbagai kesulitan dalam menjalani kehidupan sejak masih kecil sebagai anak yatim piatu. Berbagai perjuangan dan pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang ingin dibagikannya kepada generasi muda.

“Saya juga pernah merasakan sulitnya kehidupan. Sejak kecil saya sudah berjuang dan bekerja untuk dapat bertahan hidup. Karena itu, saya sangat memahami bagaimana rasanya menghadapi keterbatasan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya.

Ia pun mengajak para santri untuk tidak mudah menyerah dengan keadaan. Kesulitan yang dihadapi hari ini hendaknya dijadikan motivasi untuk terus belajar, bekerja keras, berdoa dan memperbaiki diri.

“Jangan pernah putus asa. Tetap semangat berjuang dan berdoa. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan. Jadilah anak yang baik, hormati dan sayangi orang tua, taat serta patuh kepada mereka selama dalam kebaikan,” tambahnya.

Tanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

Kegiatan Jumat Barokah di Balai Pengajian Raudhatul Razaqa tersebut tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para santri.

Melalui edukasi sederhana tentang menabung, beramal, menghormati orang tua, menjaga adab serta pentingnya pendidikan, para santri diajak untuk membangun kebiasaan positif sejak dini.

Diharapkan, kebiasaan kecil yang ditanamkan hari ini dapat menjadi bekal berharga bagi para santri dalam menghadapi masa depan. Menabung mengajarkan kemandirian, beramal menumbuhkan kepedulian, belajar membangun kecerdasan, sementara berbakti kepada orang tua menjadi bagian penting dari kehidupan seorang anak yang saleh dan salehah.

Di akhir kegiatan, Ny. Yuliana, S.Pd. dan Ny. Nur’Arafah, S.Sos. menyampaikan terima kasih kepada Pembina dan Pengurus Yayasan Rumah Raudhatul Razaqa yang telah memberikan kesempatan dan dukungan sehingga kegiatan Jumat Barokah melalui edukasi menabung, berbagi dan beramal dapat terlaksana dengan baik.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal ibadah, memberikan manfaat bagi anak-anak santri dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang telah ikut berkontribusi. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan, kesehatan, kemudahan rezeki dan mengabulkan segala hajat kita,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam ilmu agama, berakhlak mulia, mandiri, peduli terhadap sesama serta senantiasa berbakti kepada kedua orang tua.

(Reporter/Pers Media GWI-ACEH : MJ Eric Karno)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *