Lombok Timur || Gabungnyawartawanindonesia.co.id – Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mengingatkan aparatur pemerintah untuk tidak teralihkan oleh dinamika di media sosial dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam agenda silaturahmi dan halal bihalal bersama jajaran pendidikan di Kecamatan Montong Gading, Rabu (8/4/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai aparatur negara harus dijalankan dengan penuh komitmen dan integritas. Ia mengajak seluruh pegawai untuk bekerja secara nyata serta tidak terjebak pada upaya pencitraan.
Menurutnya, berbagai program pembangunan daerah telah mulai menunjukkan hasil, meskipun masih ada sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan. Ia optimistis seluruh target dapat tercapai dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik.
Menanggapi banyaknya kritik yang beredar di ruang digital, Bupati menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika yang wajar. Ia meminta agar aparatur tetap bersikap profesional dan tidak mudah terpancing oleh opini publik.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus mampu memberikan penjelasan yang jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Selain itu, Bupati menyoroti persoalan distribusi elpiji yang sempat menjadi perhatian. Ia memastikan bahwa pemerintah daerah telah berupaya menambah kuota pasokan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan barang subsidi.
Di sisi lain, Camat Montong Gading, Arpin, melaporkan bahwa kondisi keamanan di wilayahnya kini lebih kondusif. Permasalahan balap liar yang sebelumnya meresahkan telah berhasil ditangani melalui pembinaan terhadap para pelaku.
Ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan infrastruktur, termasuk pengerjaan jalan sepanjang dua kilometer serta pemulihan akses jalan yang sebelumnya terdampak bencana. Saat ini, jalur tersebut sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
Kegiatan yang digelar di halaman Kantor Kecamatan Montong Gading tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, mulai dari tenaga pendidik, tokoh agama, hingga perangkat desa, dalam suasana kebersamaan pasca-Idulfitri.(red)










