Pembangunan dan Rehabilitas SMA 19 Pandeglang Yang Laksanakan Oleh CV Aripin Karya Mandiri Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Dan Abaikan APD

banner 468x60

Pandeglang-Banten / Kegiatan pengelolaan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) Pekerjaan pembangunan dan Rehabilitas SMA 19 Pandeglang wilayah 3 yang di kerjakan oleh CV Aripin Karya Mandiri dengan No kontrak: 000.3.2/03/02.0066/KKPPK/DINDIKBUD/2026. Nilai anggaran Rp.1.951.913.800.- Sumber dana APBD Provinsi Banten diduga dalam pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi dan para pekerjanya abaikan APD (Alat Pelindung Diri).

Pasalnya.” Saat Tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) mendatangi lokasi pekerjaan pada selasa-04-08-2026, terlihat para pekerja tidak memakai APD dan diduga dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan petunjuk teknis, karena diduga kuat saat pemasangan batu pondasi awal tidak di berikan amparan kerja yaitu urugan pasir dengan ukuran 0,05 terlebih dahulu dan diduga pula pasangan batu pondasi yang terlihat berongga tidak terisi padat dengan adukan semen. Dan sialnya lagi saat Tim investigasi GWI datang kelokasi pekerjaan pihak konsultan tidak ada di tempat dan pihak pelaksana pun tidak ada di lokasi.

Salah satu mandor pekerja saat di konfirmasi mengatakan.” Ke pak Hendra saja atau sering di sapa Bule dia sebagai kepercayaan pihak CV untuk di lapangan ungkap Mandor tersebut.

Salah satu pekerja yang tak mau disebutkan inisialnya menambahkan.” Kami juga kerja harus bayarannya dua Minggu sekali akan tetapi ini dari pertama kerja sampai hari ini belum di gajih ini sudah lewat dua hari ujarnya.

Hendra alias Bule disinyalir sebagai pengawas di lapangan dari pihak pelaksana atau CV saat di konfirmasi resmi oleh GWI terkait dengan hal tersebut tidak memberikan jawaban apapun alias bungkam.

Raeynold Kurniawan ketua GWI Pandeglang angkat bicara.” Bila memang dugaan tersebut benar kami sangat menyayangkan, dengan anggaran yang begitu besar akan tetapi pekerjaannya diduga Asjad belum lagi APD jelas sudah dianggarkan tegasnya.

A.Umaedi ketua Lembaga investigasi Negara (LIN) pandeglang menambahkan.” Diduga APD saja di abaikan bagaimana pekerjaannya akan sesuai jelas kuat dugaan kami ini karena lemahnya kepengawasan terutama dari pihak konsultan pengawas dan kami pastikan akan kawal terkait dugaan tersebut dan akan layangkan surat resmi ke dinas terkait dan kami meminta permohonan data RAB dari pekerjaan tersebut tegasnya.

Sampai berita ini di terbitkan pihak konsultan pengawas dan pihak pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi terkait dengan hal tersebut dan pihak media memberikan ruang bagi berbagai pihak yang akan memberikan klarifikasinya terkait dengan hal tersebut.

Tim investigasi GWI

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *