Bogor, gabungnyawartawanindonesia.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Ekonomi Kreatif Bersama Adil Sejahtera (BAS) memperingati hari jadinya yang pertama dengan meresmikan Sekretariat BAS sekaligus Kantor Hukum Martini, Osner Johnson S & Associates, Sabtu (30/5/2026).
Adapun, peresmian ini menjadi momentum penguatan peran BAS dalam memberikan layanan bantuan hukum gratis bagi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi kreatif dan pelaku UMKM di Kota Bogor.
Ketua Umum LBH BAS, Tini Sumartini, menjelaskan bahwa peresmian yang dilakukan bukan hanya kantor hukum, tetapi juga sekretariat BAS yang menjadi pusat kegiatan LBH dan Lembaga Ekonomi Kreatif BAS.
Menurutnya, BAS lahir sebagai wadah yang menggabungkan pendekatan hukum dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Bersama Adil Sejahtera sudah dideklarasikan oleh Pak Wali Kota. Di sini ada LBH dan Lembaga Ekonomi Kreatif. Hari ini kami meresmikan sekretariat BAS, kantor hukum, sekaligus meluncurkan Podcast BAS sebagai sarana edukasi masyarakat,” ujarnya.
Tini mengungkapkan, keberadaan kantor hukum Martini, Osner Johnson S & Associates menjadi penopang operasional lembaga. Melalui layanan hukum komersial, pihaknya dapat membantu membiayai program sosial yang dijalankan LBH BAS.
“Kantor hukum ini lebih ke arah komersial. Hasilnya untuk menopang kegiatan sosial. Karena di LBH BAS semua layanan diberikan secara pro bono atau gratis kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ia menuturkan, konsep menggabungkan LBH dan lembaga ekonomi kreatif berangkat dari pengalaman pribadinya yang lama berkecimpung di dunia usaha sebelum menjadi advokat.
“Basic saya sebenarnya pengusaha. Pernah bekerja di perusahaan multinasional, BUMN, kemudian berbisnis. Setelah itu saya mengambil profesi advokat. Jadi saya berpikir, ilmu bisnis yang saya miliki jangan sampai berhenti begitu saja,” jelasnya.
Karena itu, BAS juga aktif mendampingi pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner yang dinilai memiliki potensi besar di Kota Bogor sebagai kota wisata.
“Banyak pelatihan UMKM, banyak kurasi, tapi sering kali tidak ada realisasinya. Nah, kami ingin mendampingi sampai produknya berkembang, bahkan kalau memungkinkan bisa menembus pasar ekspor,” ucapnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, BAS juga fokus meningkatkan literasi hukum masyarakat hingga tingkat akar rumput. Tini menilai masih banyak persoalan hukum yang muncul akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap aturan yang berlaku.
Ia bahkan mendukung gagasan hadirnya pendamping hukum atau paralegal di setiap kelurahan untuk membantu masyarakat memperoleh akses keadilan.
“Saya setuju jika ada paralegal di setiap kelurahan. Permasalahan hukum itu banyak muncul dari bawah. Karena itu literasi hukum harus terus dibangun agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi kiprah BAS yang selama ini aktif membantu penyelesaian berbagai persoalan hukum masyarakat melalui pendekatan non-litigasi.
Dedie menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor saat ini memiliki program Bale Badami yang diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 sebagai sarana penyelesaian sengketa melalui pendekatan restorative justice.
“Sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2024, tidak semua persoalan harus berujung di pengadilan. Ada mekanisme penyelesaian melalui Bale Badami yang mengedepankan musyawarah dan restorative justice,” kata Dedie.
Ia menyebut, hingga saat ini Bale Badami telah menangani sekitar 14 kasus sengketa hukum di masyarakat. Dari jumlah tersebut, empat kasus berhasil diselesaikan melalui pendekatan damai, termasuk beberapa yang didampingi oleh LBH BAS.
“Masyarakat yang memiliki persoalan hukum bisa berkonsultasi dengan LBH BAS. Mereka bisa membantu mencarikan solusi alternatif tanpa harus langsung masuk ke proses persidangan,” ujarnya.
Dedie menegaskan layanan tersebut diberikan secara gratis sehingga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Tidak ada biaya. Semuanya pro bono. Ini menjadi bentuk pelayanan hukum yang sangat membantu masyarakat,” pungkasnya.(ded)
PERESMIAN: Ketua Umum LBH BAS Tini Sumartini bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan tamu undangan saat peresmian Sekretariat BAS serta Kantor Hukum Martini, Osner Johnson S & Associates, Sabtu (30/5). Foto: Dede/Radar Bogor.










