May Day 2026 di Pantai Samudra Indah, HUKATAN KSBSI Bengkayang Serukan Perlawanan terhadap Ketidakadilan Buruh

banner 468x60

Bengkayang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar-, Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang berlangsung penuh semangat perjuangan di Pantai Samudra Indah, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Jum’at, 1/5/2026.

Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 500 peserta itu menjadi ajang konsolidasi kaum buruh untuk menyuarakan keadilan, memperjuangkan hak pekerja, serta menolak berbagai bentuk ketidakadilan yang masih dialami buruh di Kabupaten Bengkayang.

Dalam sambutan dan orasi May Day 2026, Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang menegaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum perjuangan untuk melawan penindasan dan memperjuangkan keadilan sosial bagi kaum pekerja.

“Hari ini, 1 Mei 2026, kita berdiri tegak di sini bukan sekadar berkumpul, bukan sekadar memperingati tetapi untuk menyuarakan kebenaran, memperjuangkan keadilan, dan melawan ketidakadilan yang masih terjadi terhadap kaum buruh,” demikian disampaikan dalam orasi pembukaan.

Dalam orasi tersebut, HUKATAN KSBSI menegaskan bahwa May Day bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang kaum buruh yang lahir dari darah, keringat, dan air mata pekerja di seluruh dunia dalam melawan penindasan.

“May Day bukanlah hadiah. May Day adalah hasil dari darah, keringat, dan air mata para buruh di seluruh dunia yang melawan penindasan. Dan hari ini, perjuangan itu belum selesai—karena di hadapan kita, masih banyak ketidakadilan yang nyata,” tegas pernyataan itu.

Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi kaum buruh, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, buruh harian lepas yang bertahun-tahun tanpa status jelas, pekerja lokal yang tersingkir di tanah sendiri, hingga buruknya perlindungan keselamatan kerja dan hak pesangon yang tidak dibayarkan sesuai hukum.

Dalam momentum itu, HUKATAN KSBSI juga kembali menggaungkan semangat perjuangan Marsinah sebagai simbol keberanian buruh Indonesia dalam melawan ketidakadilan.

Melalui poster yang dibentangkan dalam kegiatan tersebut, HUKATAN KSBSI menampilkan pesan tegas bertuliskan “Marsinah Tidak Mati, Dia Berlipat Ganda”, sebagai penegasan bahwa semangat perjuangan Marsinah tetap hidup dalam setiap langkah buruh yang memperjuangkan keadilan.

Marsinah dikenang sebagai buruh perempuan pemberani yang memperjuangkan hak pekerja hingga akhir hayatnya. Namanya menjadi simbol perjuangan buruh nasional setelah kematiannya yang tragis pada 1993.

Selain mengenang Marsinah, Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang juga menyampaikan lima tuntutan utama kepada perusahaan dan pemangku kebijakan.

Pertama, menghentikan PHK sepihak. Buruh menolak segala bentuk pemutusan hubungan kerja yang dilakukan tanpa prosedur, tanpa dialog, dan tanpa keadilan.

Kedua, mengangkat seluruh karyawan berstatus buruh harian lepas (BHL) yang telah belasan tahun mengabdi menjadi karyawan tetap.

Ketiga, memprioritaskan penerimaan tenaga kerja tempatan agar masyarakat lokal tidak tersingkir di daerah sendiri.

Keempat, memperbaiki kualitas alat pelindung diri (APD) dan menjamin keselamatan serta kesehatan kerja (K3) secara nyata.

Kelima, membayar pesangon sesuai undang-undang, penuh, tepat waktu, dan tanpa penundaan.

Dalam orasi yang disampaikan secara lantang, para buruh juga menyerukan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan.

“Apakah kita akan diam?” seru orator.

“Tidak!” jawab massa.

“Apakah kita akan takut?”

“Tidak!”

“Apakah kita akan terus melawan?”

“Lawan!” sahut ratusan buruh dengan suara lantang.

Suasana peringatan May Day 2026 di Pantai Samudra Indah berlangsung tertib namun penuh semangat solidaritas. Ratusan buruh yang hadir tampak kompak menyuarakan tuntutan, membawa semangat persatuan, dan menegaskan bahwa perjuangan buruh di Kabupaten Bengkayang tidak akan padam.

Di akhir orasi, HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang mengajak seluruh buruh untuk terus menjaga persatuan dan keberanian dalam memperjuangkan hak.

“Tidak ada perubahan tanpa perjuangan. Tidak ada keadilan tanpa keberanian. Dan tidak ada kemenangan tanpa persatuan.”

Melalui momentum May Day 2026, Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang menegaskan bahwa suara buruh harus didengar, hak pekerja wajib ditegakkan, dan ketidakadilan harus dilawan bersama.

 

Pewarta : Rinto Andreas

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *