Pasien Anak Diduga Ditolak Cihos, Akhirnya Diterima di Metro Hospital; Edih Jayadi Minta Bupati Maesyal Rasyid Evaluasi Layanan BPJS

Kabupaten Tangerang, gabungnyawartawanindonesia.co.id – Pelayanan kesehatan bagi pengguna fasilitas BPJS Kesehatan kembali menuai kritik tajam. Dugaan penolakan pasien menimpa seorang bocah berusia 4 tahun di Ciputra Hospital (Cihos) Citra Raya, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (04/02) sekitar pukul 19.15 WIB.

​Edih Jayadi, orang tua pasien yang juga merupakan aktivis di Kabupaten Tangerang, menyatakan kekecewaannya setelah pihak dokter Cihos menolak memberikan perawatan inap bagi anaknya.

Padahal, kondisi sang anak tidak kunjung membaik meski telah menjalani pengobatan di klinik kita, yang sudah menjadi faskes selama beberapa hari.

*​Prioritaskan Nyawa, Keluarga Enggan Berdebat*

​Melihat respon tim dokter Cihos yang bersikeras menyatakan kondisi anaknya “baik-baik saja” dan tidak memerlukan rawat inap, Edih Jayadi memilih untuk tidak memperpanjang perdebatan di lokasi. Ia merasa beradu argumen hanya akan membuang waktu berharga bagi keselamatan anaknya.

​”Saya tidak mau buang-buang waktu berdebat dengan pihak Cihos. Prioritas saya adalah penanganan medis anak saya agar segera pulih. Nyawa anak saya lebih utama daripada perdebatan medis yang buntu di sana,” tegas Edih.

*​Apresiasi Pelayanan Metro Hospital*

​Setelah merasa tidak mendapatkan penanganan yang layak di Cihos, Edih segera membawa anaknya ke Metro Hospital. Berbeda jauh dengan pengalaman sebelumnya, pihak Metro Hospital langsung menyambut dan memberikan penanganan medis dengan baik sesuai dengan prosedur yang diharapkan keluarga.

​”Alhamdulillah, di Metro Hospital anak saya diterima dengan baik dan langsung ditangani. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kondisi anak saya memang membutuhkan perawatan, berbeda dengan penilaian dokter di Cihos sebelumnya,” ungkapnya.

*​Harapan Kepada Bupati Tangerang*

​Atas kejadian ini, Edih Jayadi menyampaikan harapan besar kepada Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, untuk turun tangan membenahi sistem pelayanan kesehatan. Ia meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS agar tidak tebang pilih.

​”Kami berharap Bapak Bupati Maesyal Rasyid dapat membantu warga. Jangan sampai ada lagi diskriminasi terhadap pengguna fasilitas BPJS di Ciputra Hospital. Rakyat kecil butuh kepastian pelayanan yang manusiawi, terutama dalam kondisi darurat,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih fokus pada pemulihan sang anak, sembari berharap ada perbaikan nyata dari sistem kesehatan di Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Maesyal Rasyid.

Sampai berita ini ditayangkan awak media belum mendapat penjelasan resmi dari pihak Cihos atas insiden penolakan pasien BPJS ini.

Facebook Comments Box
PAGE TOP
Exit mobile version