Pancasila Diperingati di Polres Binjai, Namun Bangsa Masih Dihadapkan pada Ujian Nyata Persatuan dan Keadilan

banner 468x60

Gabungnyawartawanindonesia.co.id | Binjai – Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia kembali mengucapkan kesetiaannya kepada Pancasila. Upacara digelar, amanat dibacakan, dan seruan persatuan kembali menggema dari berbagai penjuru negeri. Namun satu pertanyaan mendasar masih menggantung di ruang publik: apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar telah menjadi napas kehidupan berbangsa, atau hanya hidup dalam seremoni tahunan yang berulang tanpa evaluasi?

Pertanyaan itu menjadi refleksi kuat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan Polres Binjai di Lapangan Apel Polres Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin No.1, Senin (1/6/2026).

Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., memimpin langsung upacara yang dihadiri para Pejabat Utama (PJU), perwira, personel Polri, serta ASN di lingkungan Polres Binjai.

Dalam amanat yang dibacakan berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 2 Tahun 2026, ditegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau rangkaian kalimat yang tersimpan dalam Pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, sekaligus fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut terasa semakin relevan ketika bangsa ini masih menghadapi berbagai persoalan yang menguji ketahanan ideologi dan persatuan nasional. Intoleransi masih muncul di berbagai ruang kehidupan. Polarisasi sosial masih membelah masyarakat. Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terus menggerus akal sehat publik. Sementara tuntutan terhadap keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan masih menjadi suara yang belum sepenuhnya terjawab.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini sejatinya bukan sekadar mengenang pidato bersejarah Bung Karno pada 1 Juni 1945. Lebih dari itu, momentum ini merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan introspeksi terhadap implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

Kapolres Binjai dalam amanatnya menyebut Pancasila sebagai “bintang penuntun” dan “jangkar moral” bangsa di tengah berbagai turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia.

Namun realitas menunjukkan bahwa ancaman terbesar terhadap Pancasila bukan hanya datang dari luar negeri. Ancaman itu dapat muncul dari dalam, ketika kepentingan kelompok mengalahkan kepentingan bangsa, ketika intoleransi diberi ruang, ketika hukum dipersepsikan tidak menghadirkan rasa keadilan, dan ketika rakyat kecil merasa semakin jauh dari cita-cita kesejahteraan yang dijanjikan konstitusi.

Karena itu, pesan yang disampaikan dalam upacara Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai dokumen pidato yang tersimpan di arsip. Nilai-nilai Pancasila harus diterjemahkan dalam pelayanan publik yang bersih, penegakan hukum yang adil, pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, serta keberanian melawan setiap upaya yang mengancam persatuan nasional.

Kapolres juga menegaskan pentingnya memastikan setiap kebijakan publik memenuhi rasa keadilan masyarakat dan tidak membiarkan rakyat merasa ditinggalkan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keadilan sosial bukan sekadar sila kelima yang dihafalkan saat upacara. Keadilan sosial harus menjadi kenyataan yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Polres Binjai pada akhirnya menjadi alarm kebangsaan bahwa Indonesia tidak cukup hanya bangga memiliki Pancasila. Bangsa ini dituntut untuk membuktikan bahwa nilai-nilai luhur tersebut benar-benar hidup dalam tindakan, kebijakan, dan perilaku seluruh anak bangsa.

Sebab ancaman terbesar terhadap Pancasila bukanlah mereka yang terang-terangan menentangnya, melainkan ketika bangsa ini mulai terbiasa mengucapkan nilai-nilainya tanpa lagi merasa wajib menjalankannya. Di titik itulah Pancasila berisiko kehilangan makna, meski namanya terus diperingati setiap tahun.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *