GWI Soroti Pekerjaan Revitalisasi SMKN 1 Pandeglang Diduga Abaikan APD Dan Tak sesuai spesifikasi.

banner 468x60

Pandeglang-Banten / Pekerjaan revitalisasi SMKN 1 Pandeglang, Nilai anggaran Rp.1.134.621.000. Sumber dana APBN (SP DIPA-138.05.1.693509/2026 tahun anggaran 2026.Dengan no perjanjian kerja 02678/D2/KU.07.00/2026. Dan pihak pelaksana: Panitia pembangunan satuan pendidikan (P2SP) SMKN 1 Pandeglang Diduga para pekerja abaikan APD Dan material jenis Hollow tidak sesuai spesifikasi.

Pasalnya.” Saat tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) pandeglang saat mendatangi lokasi pekerjaan terlihat jelas para pekerja tidak di lengkapi APD (Alat Pelindung Diri) dan diduga material hollow tidak sesuai spesifikasi.

Saat para pekerja di konfirmasi terkait dengan dengan hal tersebut mereka tidak menjawab malah memilih diam.

Raeynold Kurniawan ketua GWI pandeglang angkat bicara.”
“Kami sangat menyayangkan apabila dalam pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran negara masih ditemukan pekerja yang tidak dilengkapi APD sesuai standar. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan K3 atau APD perlu menjadi perhatian serius. Keselamatan pekerja tidak boleh diabaikan dalam proyek pembangunan apa pun,
Alat Pelindung Diri (APD) wajib digunakan oleh seluruh pekerja proyek. Aturan ini berlandaskan hukum yang tertuang dalam Permenaker No 8 Tahun 2010. Selain melindungi diri, penggunaan APD secara disiplin meminimalkan risiko kecelakaan kerja fatal tanpa ada alasan apapun wajib di pakai tegasnya.

Lanjut ketua GWI mengatakan.” Dan kami juga sayangkan bila benar material hollow nya tidak sesuai spesifikasi alias KW, pemerintah menggelontorkan anggaran yang besar untuk revitalisasi sekolah tersebut amat disayangkan bila dalam pelaksanaannya diduga ada penyimpangan dan disinyalir untuk meraup keuntungan lebih besar, Kami pastikan akan terus kawal dugaan dugaan yang kami temukan tersebut dan kami meminta dinas terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan lapangan guna memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, mereka mendorong adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait spesifikasi teknis bangunan, sistem konstruksi, hingga penggunaan material yang diterapkan dalam proyek revitalisasi tersebut tutupnya.

Sampai berita ini di terbitkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak dinas, konsultan maupun pihak sekolah pihak GWI membuka ruang selebar lebarnya bagi pihak terkait yang akan memberikan klarifikasinya.

 

Tim investigasi GWI.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *