Dugaan Penyimpangan Dana BOS Tahun 2025-2026 di SDN Sukadame 2 Menggeliat

banner 468x60

Pandeglang — Kondisi memprihatinkan terlihat jelas di SDN Sukadame 2 yang berlokasi di Kp. Bojong Kondang, Desa Sukadame Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Hasil pantauan media pada Rabu,16 September 2026, menemukan sejumlah kerusakan fisik bangunan yang dinilai tidak mencerminkan adanya pemeliharaan rutin sebagaimana mestinya.

Di beberapa titik, dinding sekolah tampak mengelupas dan retak. Plafon berlubang terlihat jelas di sejumlah ruang kelas. Dan juga ada jendela yang kacanya pecah tapi masih di pasang disinyalir akan membahayakan keselamatan serta ada yang jendela yang tak pakai kaca hanya di tutup triplek. Pintu ruang kelas tampak rapuh. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

Padahal, setiap tahun sekolah negeri menerima kucuran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat yang salah satu peruntukannya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.dan pengembangan perpustakaan Fakta di lapangan yang jauh dari kata layak ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang diterima dengan realisasi penggunaan.

Ketua Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi resmi dari kepala sekolah terkait rincian penerimaan dan penggunaan Dana BOS dalam beberapa tahun terakhir khusus nya dari 2025 sampai dengan saat ini 2026 dan terutama untuk pengalokasian perawatan sarana dan prasarana serta pengembangan perpustakaan.

“Kami menerima informasi dari masyarakat dan setelah dicek di lapangan, kondisi bangunan memang sangat memprihatinkan. Jika Dana BOS rutin diterima, lalu mengapa kondisi sekolah seperti ini? Dan kami juga menemukan kejanggalan terkait pengembangan perpustakaan Ini yang harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.

Menurutnya, transparansi pengelolaan anggaran merupakan kewajiban setiap lembaga pendidikan, terlebih dana tersebut bersumber dari uang negara. Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan kepada komite sekolah, dewan guru, dan masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan yang berkepanjangan.

Masyarakat berharap pihak sekolah segera memberikan penjelasan resmi terkait total Dana BOS yang diterima, realisasi penggunaannya, serta alasan belum optimalnya perbaikan sarana yang terlihat rusak. Jika tidak ada klarifikasi terbuka, persoalan ini berpotensi menjadi sorotan lebih luas sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran publik.

Dan pihak kepala sekolah saat di konfirmasi resmi via pesan WhatsApp oleh GWI akan tetapi sayang pihak kepala sekolah tidak memberikan hak jawab klarifikasinya diduga malah memilih bungkam.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut

 

Red

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *