Diduga Layani Pengisian BBM ke Drum, Aktivitas SPBU di Sungai Tebelian Jadi Sorotan Publik

Sintang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar — Praktik pengisian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan drum berkapasitas besar diduga kembali terjadi secara terang-terangan di sebuah SPBU yang berlokasi di Jalan Lintas Kalimantan Poros Tengah, Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang.

Berdasarkan dokumentasi foto yang diambil pada Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 16.02–16.07 WIB, terlihat sebuah kendaraan bak terbuka berada di jalur pengisian BBM. Di atas kendaraan tersebut, beberapa orang tampak menaikkan dan mengisi drum langsung dari nozzle SPBU, sementara antrean sepeda motor mengular menunggu giliran.

Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat, mengingat pengisian BBM menggunakan drum atau wadah berkapasitas besar dilarang tanpa rekomendasi resmi, serta kerap dikaitkan dengan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Ironisnya, aktivitas yang diduga melanggar aturan tersebut berlangsung di ruang terbuka SPBU, seolah tanpa pengawasan ketat dari petugas. Padahal, di saat bersamaan, masyarakat kecil harus rela mengantre panjang demi mendapatkan BBM.

“Kalau masyarakat biasa bawa jeriken kecil saja sering ditolak, tapi ini drum besar malah dilayani. Di mana pengawasannya?” ujar seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait. Publik pun mendesak Pertamina, BPH Migas, serta aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun ke lapangan melakukan inspeksi dan penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.

Klarifikasi Pihak SPBU

Menanggapi sorotan tersebut, Manajer SPBU Heru Ransi memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi pada Minggu malam (8/2/2026). Ia menegaskan bahwa pengisian BBM ke dalam drum tersebut bukan BBM bersubsidi.

“Itu pengisian Pertamax, abangku,” ujarnya melalui pesan singkat.

Ia juga menambahkan bahwa pihak SPBU memiliki dokumentasi video sebagai bukti bahwa BBM yang diisikan ke dalam drum adalah jenis Pertamax, bukan Pertalite.

“Kami ada videonya. Itu pengisian Pertamax, sudah beberapa kali saya sampaikan,” tegasnya.

Meski demikian, publik berharap klarifikasi tersebut dapat ditindaklanjuti dengan pemeriksaan langsung oleh pihak berwenang guna memastikan tidak adanya pelanggaran prosedur serta menjamin distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Pewarta : Rinto Andreas

Facebook Comments Box
PAGE TOP
Exit mobile version