Langkat | Gabungnyawartawanindonesia.co.id — Bank Rakyat Indonesia melalui Branch Office (BO) Stabat menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman bencana dengan menggelar sosialisasi dan simulasi tanggap banjir di areal kantor mereka di Jalan KH. Zainul Arifin, Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Seluruh Insan BRILiaN BRI BO Stabat dilibatkan langsung dalam skenario darurat yang dirancang realistis, dengan pendampingan intensif dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Langkat. Para peserta diuji dalam berbagai tahapan kritis, mulai dari evakuasi cepat pekerja, penyelamatan dokumen vital, hingga koordinasi lintas instansi dalam kondisi genting.
Simulasi ini merupakan bagian dari implementasi Business Continuity Management (BCM)—sebuah program strategis BRI untuk memastikan roda operasional tetap berjalan meski diterpa krisis, khususnya bencana alam seperti banjir yang kerap menghantui wilayah Langkat.

Branch Office Head BRI Stabat, Ramlan, menegaskan bahwa kesiapan menghadapi bencana bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
“Kami tidak ingin hanya reaktif saat bencana datang. Melalui BCM, kami membangun kesiapan yang sistematis—melindungi pekerja sekaligus memastikan layanan kepada masyarakat tidak lumpuh,” tegas Ramlan.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat sistem mitigasi.
“Peran BPBD sangat krusial. Edukasi dan simulasi langsung seperti ini memperkuat refleks tanggap darurat pekerja kami. Ini investasi keselamatan yang tidak bisa ditawar,” tambahnya.
Dengan simulasi ini, BRI BO Stabat tak hanya mengasah kesiapsiagaan internal, tetapi juga mengirim pesan kuat: sektor perbankan harus adaptif, tangguh, dan tidak boleh goyah di tengah ancaman bencana.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan layanan keuangan tetap berjalan—bahkan dalam situasi paling genting sekalipun.










