Pandeglang-Banten/ Dalam pelaksanaan kegiatan Irpom (Irigasi Perpompaan) kelompok tani Monggor Berkarya desa pasir sedang kecamatan picung kabupaten Pandeglang yang diduga tidak tepat sasaran Karena tempat air yang nantinya akan disedot disinyalir tidak akan bisa bermanfaat karena air nya kering dan hanya ada air di musim penghujan saja parahnya lagi diduga kelompok hanya di jadikan boneka atau sapi perah demi meraup keuntungan para oknum. Dan pihak korluh picung saat di konfirmasi terkait dugaan tersebut via pesan WhatsApp tidak memberikan jawaban alias bungkam dan hal tersebut memicu tanda tanya besar.
Pasalnya.” Ketua kelompok tani Monggor Berkarya mengatakan.” Bahwa ia tidak tau menahu jumlah anggaran dan pengeluaran pembelanjaan intinya ia hanya ikut mengerjakan saja tetapi tidak tau masalah anggaran karena di kelola dan di pegang pihak UPKK inisial OC terangnya.
Dan lebih parahnya lagi muncul selentingan dari salah satu ketua kelompok tani yang mendapatkan program Irpom tahun 2026 di kecamatan picung yang mengatakan ada setoran ke pihak oknum dinas senilai 25 persen hal tersebut memicu tanda tanya besar bagi publik.
Raeynold Kurniawan ketua Gabungannya Wartawan Indonesia (GWI) pandeglang mengatakan.” Kami mempertanyakan kinerja Korluh dalam segi pengawasan dan pengajuan program dan kami meminta pihak dinas kementrian pertanian,BPK turun tangan cek ke bawah bila terjadi pelanggaran wajib proses sesuai aturan.Belum lagi terkait dugaan setoran 25 persen itu wajib di telusuri dan bila terbukti benar wajib di tindak secara tegas tutup Raeynold Kurniawan.
Dan pihak media memberitakan ruang untuk semua pihak yang akan memberikan klarifikasi terkait dugaan dugaan yang timbul dalam kegiatan Irpom di kecamatan picung kabupaten Pandeglang Banten.
Tim investigasi GWI










