Camat Labuan Haji Tekankan Akurasi DTKS, Desa Diminta Lebih Aktif Kawal Bantuan Sosial

banner 468x60

Gabungnyawartawanindonesia.co.id – Lombok Timur — Pemerintah Kecamatan Labuan Haji meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan ketelitian dalam memperbarui data sosial masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting agar program bantuan pemerintah dapat tersalurkan secara adil dan tepat kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

Penegasan itu disampaikan Camat Labuan Haji saat memimpin apel internal pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam arahannya, ia mengingatkan para penjabat kepala desa untuk bekerja maksimal dan tidak mengabaikan tanggung jawab yang telah diberikan.

Camat menyebut, kinerja penjabat kepala desa akan terus dipantau melalui evaluasi berkala. Penilaian tersebut dilakukan setiap tiga bulan dan menjadi bahan laporan kepada Bupati Lombok Timur. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pemerintah desa tetap berada pada jalur pelayanan yang baik, tertib administrasi, dan mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Salah satu perhatian utama dalam apel tersebut adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS. Camat menilai, data yang tidak sesuai kondisi lapangan dapat berdampak pada tidak tepatnya sasaran penerima bantuan.

Karena itu, pemerintah desa diminta melakukan pembaruan data secara serius. Warga kurang mampu yang belum tercatat dengan benar harus segera diusulkan perbaikannya. Sementara itu, warga yang sudah tidak memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan juga perlu diajukan untuk dikeluarkan dari daftar penerima.

“Kalau masih ada warga miskin yang datanya belum sesuai, segera perbaiki. Begitu juga jika ada penerima yang tidak lagi layak, usulkan untuk dikeluarkan,” tegas Camat.

Selain membahas validasi DTKS, Camat juga menyampaikan informasi terkait program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program tersebut akan diberikan secara bertahap kepada desa-desa di NTB sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Untuk wilayah Kecamatan Labuan Haji, tiga desa disebut telah mengikuti pemaparan program tersebut, yakni Labuan Haji, Suryawangi, dan Penedagandor. Nilai bantuan dalam program Desa Berdaya bervariasi, mulai dari Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Bantuan sebesar Rp500 juta diprioritaskan bagi desa yang masuk kategori miskin ekstrem. Namun, Camat menyampaikan bahwa di Kecamatan Labuan Haji kemungkinan tidak ada desa yang masuk kategori tersebut. Meski begitu, ia menegaskan bahwa warga miskin ekstrem tetap perlu menjadi perhatian pemerintah desa.

Camat juga meminta pemerintah desa, kepala wilayah, dan perangkat terkait mendata anak-anak dari keluarga miskin, khususnya desil satu dan desil dua. Anak-anak tersebut diharapkan dapat diusulkan mengikuti program Sekolah Rakyat.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat dapat menjadi jalan keluar bagi keluarga kurang mampu karena seluruh kebutuhan pendidikan peserta didik ditanggung pemerintah. Mulai dari biaya sekolah, seragam, asrama, hingga makan dan minum disediakan tanpa membebani orang tua.

Dalam kesempatan yang sama, Camat turut mengingatkan masyarakat menyambut Hari Raya Iduladha dengan memperbanyak ibadah. Ia mengajak umat Islam memanfaatkan 9 Zulhijah untuk melaksanakan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar.

Di akhir apel, Camat juga menanggapi pertanyaan terkait laporan salah satu desa atau kelurahan. Ia menjelaskan bahwa persoalan tersebut masih berada dalam tahap pembinaan internal. Pembinaan diberikan agar pihak terkait memiliki kesempatan memperbaiki kekurangan sebelum pemerintah mengambil langkah lebih lanjut.

Melalui apel tersebut, Pemerintah Kecamatan Labuan Haji menegaskan komitmennya memperkuat pengawasan desa, memperbaiki akurasi data sosial, dan memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.(red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *