Beton Jalan Wates Teluknaga Retak, Papan Proyek Hilang! HMTU Desak DPUPR Buka Data dan Audit

banner 468x60
Beton Jalan Wates Teluknaga Retak
Papan Proyek Tiba-tiba Hilang!

 

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

TELUKNAGA,- Beton di Jalan Wates, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, belum lama dikerjakan. Namun, keretakan sudah terlihat di permukaan jalan.

 

Persoalan itu kini memunculkan pertanyaan lain. Saat kembali mengecek lokasi, Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara (HMTU) menyebut papan informasi proyek yang sebelumnya berada di lokasi sudah tidak terlihat.

 

Bagi HMTU, dua kondisi tersebut perlu dijawab dengan pemeriksaan teknis, bukan sekadar asumsi.

 

Koordinator HMTU, Boy, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tangerang segera memeriksa pekerjaan beton tersebut.

 

“Kami meminta DPUPR melakukan audit teknis secara terbuka. Keretakan pada pekerjaan yang masih baru harus diketahui penyebabnya,” kata Boy kepada awak media, Senin (28/9/26).

 

Menurut dia, pemeriksaan perlu mencakup kualitas pekerjaan, kesesuaian material, metode pelaksanaan, hingga spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan.

 

HMTU juga mempertanyakan hilangnya papan informasi proyek. Sebab, informasi mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran publik semestinya dapat diketahui masyarakat.

 

Meski demikian, HMTU tidak ingin dugaan ketidaksesuaian spesifikasi langsung dianggap sebagai fakta. Boy meminta pemerintah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan membuka hasilnya kepada publik.

 

“Kalau nanti hasil audit menemukan adanya ketidaksesuaian dengan spesifikasi atau ketentuan kontrak, tentu harus ada tindakan sesuai aturan. Kalau memang diperlukan perbaikan, pekerjaan harus diperbaiki sesuai ketentuan,” ujarnya.

 

HMTU juga mengingatkan pemerintah agar penggunaan anggaran daerah tidak berujung pada pekerjaan yang harus berulang kali diperbaiki akibat persoalan teknis.

 

Di sisi lain, penyebab keretakan beton tersebut hingga kini belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan teknis. Demikian pula mengenai alasan papan informasi proyek tidak lagi berada di lokasi, yang masih membutuhkan penjelasan dari pihak terkait.

 

Karena itu, DPUPR Kabupaten Tangerang dan pihak pelaksana proyek perlu memberikan keterangan mengenai kondisi jalan, spesifikasi pekerjaan, nilai dan sumber anggaran, masa pelaksanaan, serta hasil pengawasan pekerjaan.

 

Publik kini menunggu satu hal: apa yang sebenarnya menyebabkan beton jalan yang baru dikerjakan itu retak?

 

Jawabannya semestinya datang dari data teknis dan hasil pemeriksaan resmi, bukan dari dugaan. (Red/***)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *