BREAKING NEWS : GWI ACEH
Putra Terbaik Pemasyarakatan Aceh, Maulana Iqbal Resmi Nahkodai Tata Usaha Lapas Kelas IIB Kota Bakti
Gabungnyawartawanindonesia.co.id.
Rabu,3 Juni 2026 || BANDA ACEH – Angin segar pembenahan birokrasi dan penguatan tata kelola kembali berhembus di lingkungan Pemasyarakatan Aceh. Salah satu putra terbaik yang telah lama mengabdikan diri di berbagai lini pemasyarakatan, Maulana Iqbal, S.H., M.H., resmi dilantik sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Bakti, dalam prosesi pelantikan yang dipimpin langsung oleh Yan Rusmanto di Banda Aceh, Sabtu (11/04/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian jabatan administratif semata, melainkan bagian dari upaya strategis memperkuat kualitas pelayanan, profesionalisme aparatur, serta percepatan reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan yang terus bertransformasi menuju institusi yang modern, humanis, dan berintegritas.
Bagi kalangan pemasyarakatan Aceh, nama Maulana Iqbal bukanlah sosok yang asing. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai figur pekerja keras yang memiliki kemampuan memimpin, mengelola organisasi, serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan kerja. Rekam jejak pengabdiannya menunjukkan konsistensi dalam menjalankan amanah negara dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.
Sebelum dipercaya menduduki jabatan Kasubbag TU Lapas Kelas IIB Kota Bakti, Maulana Iqbal mengemban tugas sebagai Kepala Subseksi Keamanan Lapas Kelas IIB Bireuen, sebuah posisi penting yang menuntut ketegasan, kecermatan, serta kemampuan menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan.
Tidak hanya berpengalaman di bidang keamanan, Maulana Iqbal juga memiliki kapasitas kuat dalam pengelolaan administrasi dan manajemen kelembagaan. Selama kurang lebih empat tahun, ia menjabat sebagai Kepala Urusan Umum Lapas Perempuan Kelas IIB Sigli, dengan berbagai capaian dalam mendukung kelancaran administrasi, tata kelola aset, pelayanan kepegawaian, hingga penguatan sistem kerja internal.
Karier kepemimpinannya sendiri mulai menanjak ketika dipercaya sebagai Kasubsi Admisi dan Orientasi Lapas Kelas III Sinabang pada tahun 2020. Dari wilayah kepulauan terluar Aceh tersebut, Maulana Iqbal menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi yang kemudian mengantarkannya menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan pemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Yan Rusmanto menegaskan bahwa setiap pejabat yang dilantik harus mampu menjadi agen perubahan dan teladan dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, jabatan merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas, loyalitas, profesionalisme, dan semangat melayani.
“Kepercayaan yang diberikan negara harus dijawab dengan kinerja nyata, inovasi, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Jadilah pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai Kasubbag TU yang baru, Maulana Iqbal kini memegang peran sentral dalam mengendalikan roda administrasi dan tata kelola organisasi di Lapas Kelas IIB Kota Bakti. Tugas tersebut meliputi pengelolaan keuangan, kepegawaian, perencanaan program, tata naskah dinas, pengarsipan, pengelolaan barang milik negara, hingga mendukung seluruh kegiatan operasional lembaga secara efektif dan efisien.
Kepercayaan yang diberikan kepada Maulana Iqbal dinilai sangat tepat. Kombinasi pengalaman di bidang keamanan, administrasi, serta manajemen organisasi menjadi modal berharga untuk memperkuat sistem kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan di Lapas Kelas IIB Kota Bakti.
Banyak pihak berharap kehadiran Maulana Iqbal mampu menghadirkan semangat baru dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, transparan, dan akuntabel. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks, sosok pemimpin yang adaptif dan visioner menjadi kebutuhan penting bagi keberlangsungan organisasi.
Pelantikan ini sekaligus menjadi simbol lahirnya energi baru dalam tubuh Pemasyarakatan Aceh. Dengan pengalaman, kapasitas, dan integritas yang dimilikinya, Maulana Iqbal diyakini mampu mengemban amanah besar tersebut serta membawa Lapas Kelas IIB Kota Bakti menuju lembaga yang semakin maju, tertib administrasi, unggul dalam pelayanan, dan menjadi contoh pelaksanaan reformasi birokrasi yang berhasil.
Kini, estafet pengabdian itu berlanjut. Dari Sinabang, Sigli, Bireuen hingga Kota Bakti, perjalanan karier Maulana Iqbal menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan loyalitas akan selalu menemukan jalannya menuju kepercayaan yang lebih besar. Sebuah amanah baru telah dimulai, dan harapan besar pun menyertainya untuk terus mengabdi bagi kemajuan Pemasyarakatan Aceh dan bangsa Indonesia.
(Redaksi)
-Reporter/Perss Media GWI-ACEH (Wilayah Aceh) : M.Ali Aceh
-Sumber/Photo – Waka GWI Aceh
-Rilis/RedaksiNasional : Gabungnya Wartawan Indonesia.co.id.










