Bengkayang,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar,– Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat mulai menunjukkan pengurangan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan proses pemeliharaan dan perbaikan turbin Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkayang yang ditargetkan rampung pada November 2026. Jum’at 30/10/2026.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menjelaskan bahwa turbin PLTU Bengkayang telah beroperasi sekitar tujuh tahun sehingga membutuhkan perawatan besar.
Menurutnya, idealnya pemeliharaan besar terhadap turbin dilakukan setelah lima tahun beroperasi. Dalam proses perbaikan kali ini, turbin akan diturunkan untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan.
Pemerintah berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai target pada November mendatang sehingga pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali meningkat.
Ria Norsan juga mengimbau masyarakat agar menggunakan listrik secara bijak, terutama pada jam beban puncak yang berlangsung sekitar pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Masyarakat diminta mematikan lampu serta peralatan elektronik yang tidak digunakan guna membantu mengurangi beban sistem kelistrikan.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, turut mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kestabilan pasokan listrik.
Ia mengatakan, penghematan energi dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak diperlukan, khususnya pada waktu beban puncak.
Mukhlis menjelaskan, apabila pemadaman bergilir masih diperlukan, durasinya diperkirakan sekitar dua jam untuk setiap perpindahan lokasi. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kondisi cuaca dan besarnya beban listrik di lapangan.
Meski demikian, berdasarkan pemantauan PLN, kondisi beban listrik dalam dua hingga tiga hari terakhir terpantau cukup stabil. Hal tersebut berdampak pada berkurangnya durasi maupun frekuensi pemadaman.
Bahkan, menurut keterangan PLN, pada hari sebelumnya tidak terjadi pemadaman bergilir atau MRS.
PLN berharap masyarakat terus mendukung upaya penghematan energi selama proses perbaikan turbin PLTU Bengkayang berlangsung.
Dengan adanya kerja sama antara pemerintah, PLN, dan masyarakat, diharapkan kondisi kelistrikan di Kalimantan Barat semakin stabil sehingga kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Penulis : Rinto Andreas











