Panic Buying dan Penyalahgunaan Perparah Distribusi LPG 3 Kg di Lombok Timur

banner 468x60

Lombok Timur || Gabungnyawartawanindonesia.co.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengambil langkah cepat menyikapi keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram dengan menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, agen, dan pangkalan pada Senin (13/4/2026). Pertemuan ini membahas penyebab utama terganggunya distribusi gas bersubsidi di wilayah tersebut.

Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menyatakan bahwa lonjakan permintaan yang tidak terkendali menjadi faktor dominan terjadinya kelangkaan. Ia menilai kepanikan masyarakat akibat beredarnya informasi yang tidak jelas membuat warga membeli LPG dalam jumlah berlebihan, sehingga pasokan di tingkat pangkalan cepat habis.

Selain itu, pengawasan di lapangan juga menemukan adanya penggunaan LPG subsidi oleh pihak yang tidak berhak. Beberapa pelaku usaha, termasuk peternakan, diketahui memanfaatkan gas 3 kg yang sebenarnya ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bupati juga menyoroti peningkatan daya beli masyarakat yang turut berdampak pada konsumsi LPG. Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah daerah meminta Pertamina menambah pasokan guna menstabilkan distribusi. Penambahan ini akan dibarengi dengan pengawasan lebih ketat agar penyaluran tidak melenceng dari peruntukannya.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Lombok Timur berencana mengusulkan sistem distribusi berbasis data kesejahteraan kepada pemerintah pusat. Skema ini diharapkan mampu memastikan LPG subsidi tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager Rayon 1 NTB Pertamina Patra Niaga, Tommy Wisnu Ramdan, menyampaikan bahwa usulan penambahan pasokan akan diteruskan ke pusat. Ia juga mengungkapkan bahwa selama periode 1–14 April, distribusi LPG di Lombok Timur telah mencapai lebih dari 40 ribu tabung per hari, termasuk tambahan di luar alokasi normal.

Di sisi lain, agen LPG mengakui adanya perubahan pola pembelian masyarakat. Warga tidak hanya membeli isi ulang, tetapi juga tabung sekaligus dalam jumlah besar. Meski penyaluran tambahan telah dilakukan, agen tetap diingatkan untuk menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah daerah bersama satgas telah melakukan inspeksi mendadak dan operasi pasar di sejumlah titik. Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik menegaskan bahwa stok LPG sebenarnya masih mencukupi dan telah melebihi penyaluran normal. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu dan membeli sesuai kebutuhan agar kondisi segera kembali normal.(red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *