BREAKING NEWS : GWI ACEH
Maulid Nabi di Polsek Sukakarya Sabang: Merawat Keteladanan, Menebar Kepedulian
20 Anak Yatim/Piatu Menerima Santunan, Silaturahmi Polri dan Masyarakat Kian Erat
Gabungnyawartawanindonesia.co.id | SABANG – Ada suasana berbeda di Mapolsek Sukakarya Sabang, Sabtu (5/9/2026). Di tengah kesibukan jajaran kepolisian menjalankan tugas menjaga keamanan dan pelayanan masyarakat, suasana berubah menjadi lebih khidmat saat Polsek Sukakarya bersama Bhayangkari Ranting Sukakarya memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
Bukan sekadar peringatan keagamaan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat keteladanan Rasulullah SAW, mempererat silaturahmi dan menghadirkan kepedulian sosial.
Sebanyak 20 anak yatim/piatu turut menerima santunan dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Mapolsek Sukakarya, Gampong Paya Seunara, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang.
Mengangkat tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, untuk Kelestarian Bumi dan Negeri Kita Wujudkan Polri Presisi Guna Mendukung Asta Cita,” peringatan tersebut membawa pesan bahwa nilai-nilai luhur Rasulullah SAW dapat menjadi inspirasi dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri Kapolres Sabang AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., Waka Polres Sabang Kompol Teuku Muhammad, S.H., jajaran PJU Polres Sabang, perwakilan Danramil Sukakarya beserta personel, Camat Sukakarya beserta staf, Camat Sukamakmue beserta staf, Keuchik dan perangkat Gampong Paya Seunara, tokoh agama, masyarakat, personel Polres Sabang dan Polsek Sukakarya, serta Bhayangkari Ranting Sukakarya.
Dari Mapolsek, Pesan Keteladanan Rasulullah
Kapolsek Sukakarya Sabang IPDA Hairul Saleh Ritonga, S.H., membuka rangkaian kegiatan dengan sambutan sebelum acara dilanjutkan pembacaan doa.
Setelah itu, suasana khidmat berlanjut pada pemberian santunan kepada 20 anak yatim/piatu. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam peringatan Maulid Nabi.
Santunan yang diberikan bersama Bhayangkari Ranting Sukakarya menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus refleksi terhadap ajaran Rasulullah SAW yang menempatkan perhatian kepada anak yatim dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian penting dari kehidupan umat.
Pesan tersebut terasa semakin kuat ketika polisi, pemerintah, tokoh agama dan masyarakat hadir dalam satu ruang, duduk bersama dan berbagi kebersamaan.
Polri Tak Hanya Hadir Saat Menjalankan Tugas
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan sisi lain dari kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Polri memang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban, namun hubungan dengan masyarakat tidak semata-mata dibangun melalui tugas penegakan hukum. Silaturahmi, komunikasi dan kepedulian sosial menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan.
Karena itu, Maulid Nabi di Mapolsek Sukakarya menjadi momentum yang mempertemukan berbagai unsur dalam suasana yang lebih dekat dan humanis.
Kehadiran Kapolres Sabang bersama jajaran, unsur TNI, pemerintah kecamatan, perangkat gampong, tokoh agama serta masyarakat menunjukkan bahwa kebersamaan lintas elemen tetap menjadi kekuatan penting dalam menjaga keharmonisan di Kota Sabang.
Keteladanan Menjadi Ruh Pengabdian
Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW, tetapi juga tentang bagaimana keteladanan beliau diterapkan dalam kehidupan.
Kejujuran, amanah, kesabaran, keadilan, kasih sayang dan kepedulian merupakan nilai yang memiliki relevansi kuat dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Nilai-nilai tersebut menjadi penting bagi setiap personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Dengan demikian, semangat memperingati Maulid Nabi di lingkungan Polsek Sukakarya diharapkan tidak berhenti setelah acara selesai. Nilai yang dibawa dari peringatan tersebut diharapkan tumbuh menjadi semangat dalam memberikan pelayanan yang lebih humanis dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Santunan yang Menjadi Pesan
Pemberian santunan kepada 20 anak yatim/piatu menjadi simbol sederhana, tetapi memiliki makna yang kuat.
Di balik santunan tersebut ada pesan tentang kepedulian. Di balik silaturahmi terdapat upaya membangun kepercayaan. Dan di balik peringatan Maulid terdapat ajakan untuk kembali menempatkan akhlak sebagai fondasi dalam kehidupan dan pengabdian.
Usai rangkaian acara, seluruh tamu undangan kemudian mengikuti makan bersama yang telah disiapkan panitia.
Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak ada sekat antara aparat, pemerintah dan masyarakat. Semua melebur dalam satu momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar dan penuh kekhidmatan.
Bagi Polsek Sukakarya, momentum ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara profesionalitas dalam menjalankan tugas dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.
Sebab, menjadi polisi bukan hanya tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.
Menjadi polisi juga berarti hadir untuk mendengar, bersilaturahmi, berbagi dan memberikan manfaat.
Dan dari Mapolsek Sukakarya Sabang, pesan itu kembali ditegaskan melalui sebuah Maulid: meneladani Rasulullah SAW, merawat persaudaraan, menebar kepedulian dan menguatkan pengabdian kepada masyarakat.
— MJ Eric Karno | Media GWI-ACEH Wilayah Sabang










