Kepala BGN Tinjau Program MBG di Aceh Besar, Makan Bersama Siswa Warnai Kunjungan | GWI.co.id

banner 468x60

BREAKING NEWS : GWI ACEH 

Kepala BGN Tinjau Program MBG di Aceh Besar, Makan Bersama Siswa Warnai Kunjungan

Gabungnyawartawanindonesia.co.id |14 Oktober 2026 | ACEH BESAR — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mendukung pemenuhan gizi anak dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, ke SD Negeri Cot Meuraja, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono didampingi Anggota DPR RI asal Aceh, Tgk. H. T. A. Khalid, serta sejumlah kepala daerah dan pejabat terkait. Kedatangan rombongan disambut antusias oleh para siswa, guru, dan wali murid yang turut menyaksikan pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.

Kunjungan ini tidak sekadar menjadi agenda peninjauan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program sekaligus mendengar respons para siswa sebagai penerima manfaat.

Duduk Bersama Siswa, Dengarkan Langsung Pengalaman Anak
Suasana hangat terlihat ketika Sudaryono menyapa dan berbincang dengan para siswa. Ia menanyakan pengalaman mereka saat menerima makanan bergizi gratis, mulai dari rasa makanan, kecukupan porsi, hingga apakah mereka merasa kenyang setelah menyantap hidangan yang disediakan.

Interaksi tersebut menghadirkan suasana akrab antara Kepala BGN dan para siswa. Anak-anak yang semula tampak malu-malu perlahan menunjukkan keceriaan ketika mendapat perhatian secara langsung dari pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program gizi nasional tersebut.

Momen semakin menarik ketika Sudaryono mengambil ompreng berisi makanan yang telah disiapkan, kemudian membawanya ke ruang belajar. Ia duduk bersama para siswa dan menyantap makanan tersebut di tengah suasana kebersamaan.

Kehadiran Kepala BGN di antara para siswa memberikan gambaran tentang pentingnya pendekatan langsung dalam memantau program pemerintah. Melalui interaksi seperti ini, pelaksana program dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman penerima manfaat, sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.

BGN Tekankan Pentingnya Makanan Bergizi dan Layak
Dalam keterangannya, Sudaryono menyampaikan bahwa kunjungan ke Aceh dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan memperhatikan kebutuhan anak-anak.

“Saya sengaja datang ke Aceh untuk memastikan langsung anak-anak kita di SD Negeri Cot Meuraja ini mendapatkan makanan yang bergizi, higienis, dan layak. Saya lihat anak-anak sangat antusias dan lahap makannya. Ini bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujar Sudaryono.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan langsung dalam pelaksanaan program, terutama untuk memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak memenuhi standar gizi, kebersihan, keamanan, dan kelayakan konsumsi.

Program MBG tidak cukup hanya diukur dari tersalurkannya makanan kepada siswa. Kualitas bahan pangan, pengolahan yang higienis, kecukupan gizi, ketepatan distribusi, serta pengawasan berkelanjutan juga menjadi bagian penting untuk memastikan tujuan program dapat dicapai.

Perhatian untuk Anak Aceh dan Sekolah di Pelosok
Sementara itu, Anggota DPR RI asal Aceh, Tgk. H. T. A. Khalid, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kepala BGN terhadap pelaksanaan program MBG bagi anak-anak di Aceh. Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau sekolah-sekolah di berbagai wilayah, termasuk daerah yang jauh dari pusat pelayanan.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pemerataan akses terhadap makanan bergizi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas generasi muda. Setiap anak, tanpa memandang lokasi tempat tinggal maupun kondisi sosial keluarganya, perlu memperoleh kesempatan yang setara untuk mendapatkan dukungan pemenuhan gizi.

Bagi sekolah, keberhasilan program juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pengelola program, tenaga pendidik, penyedia makanan, hingga orang tua. Koordinasi dan pengawasan bersama diperlukan agar pelaksanaannya berlangsung tertib, aman, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pengawasan Lapangan Menjadi Bagian Penting Keberhasilan MBG
Kunjungan ke SD Negeri Cot Meuraja memperlihatkan bahwa pelaksanaan program nasional perlu disertai pemantauan langsung dan komunikasi dengan masyarakat penerima manfaat. Kehadiran pejabat di lapangan dapat menjadi ruang untuk melihat kondisi nyata, mengidentifikasi kendala, dan mendorong perbaikan apabila ditemukan hal-hal yang perlu dibenahi.

Di sisi lain, keberlanjutan program MBG juga perlu ditopang keterbukaan informasi, standar keamanan pangan, evaluasi berkala, serta mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada penyaluran makanan, tetapi juga pada mutu pelayanan dan perlindungan kesehatan anak.

Pada akhirnya, makna Program Makan Bergizi Gratis tidak berhenti pada makanan yang tersaji di atas meja atau di dalam ompreng siswa. Lebih dari itu, program ini membawa harapan agar pemenuhan gizi anak mendapat perhatian serius dan berkelanjutan, sebagai salah satu fondasi untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, tumbuh optimal, dan siap menghadapi masa depan.

Kunjungan Kepala BGN bersama Anggota DPR RI asal Aceh tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pelaksanaan MBG di Aceh Besar. Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas, keamanan, pemerataan, dan keberlanjutan program benar-benar terjaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak anak Indonesia.

-Reporter/Pers Media GWI-ACEH Wilayah Aceh : Wakaperwil -Mj.Ali Aceh

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *