LEBAK –Gabungnyawartawanindonesia.co.id
Kasus dugaan arogansi dan ancaman pidana yang menimpa seorang jurnalis online bernama Nana di Kabupaten Lebak memantik reaksi keras dari aktivis lokal. Nana diduga mendapat ancaman dari oknum dokter berinisial U setelah dirinya menulis pemberitaan terkait keluhan warga mengenai saluran air yang mampet akibat sisa material bangunan.
Menurut paparan Nana, ketegangan ini dipicu lantaran dirinya menulis nama lengkap sang dokter tanpa menggunakan inisial dalam artikelnya. Padahal, Nana menegaskan bahwa seluruh narasi yang ditulisnya murni berdasarkan keterangan resmi dari sumber di lapangan yang mengeluhkan penyumbatan saluran akibat sisa material yang tidak dibersihkan maksimal.
“Sebagai jurnalis, saya tentu mengedepankan asas praduga tak bersalah dan hal itu sudah dilakukan sebelum produk pemberitaan disuguhkan ke publik. Namun, tulisan nama tanpa inisial tersebut rupanya memantik emosi dokter U hingga berujung ancaman hukum melalui sambungan telepon,” papar Nana pada Senin (2/11/2026).
Dalam panggilan telepon tersebut, dokter U diduga menggunakan bahasa daerah Sunda Lebak dengan nada tinggi penuh amarah. “Dia dimana kuari ha? Dia dimana coba ngomong, dia ngges mencemarkan namabaik,” bentak sang dokter sebagaimana ditirukan Nana. Ketika dijawab bahwa dirinya sedang berada di Cibeber, sang dokter kembali menantang, “Dimana cibeberna, aing orang cibeber. Temui pokona, mun teu, siap-siap bae asup penjara.”
Menanggapi konflik ini, Aktivis Lebak, King Naga, turut angkat bicara dan menyoroti tajam perilaku oknum tenaga medis tersebut. King Naga menilai tindakan verbal dan intimidasi yang dilakukan dokter U merupakan bentuk nyata dari sebuah arogansi kekuasaan yang tidak patut dicontoh oleh seorang profesional.
“Sangat tidak patut seorang dokter berbahasa dan berperilaku kasar seperti itu. Ini adalah bentuk arogansi nyata yang mencederai kemerdekaan pers,” tegas King Naga.
Meski pihak dokter U berencana membawa persoalan ini ke ranah hukum atas tuduhan pencemaran nama baik, Nana mengaku tidak gentar. Pihak redaksi tempat Nana bekerja kini sudah bergerak dan siap melaporkan balik dugaan pengancaman terhadap wartawan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Nana juga mengonfirmasi bahwa atas arahan redaksinya, ia menolak hadir dalam ajakan pertemuan sepihak oleh sang dokter di kediaman sumber pada hari ini.
(Jamal)











