BREAKING NEWS : GWI ACEH
HUT ke-51 Zulkifli H. Adam: Dari Kursi DPRK hingga Dua Kali Memimpin Sabang, Menjaga Harapan dari Titik Nol Indonesia
Gabungnyawartawanindonesia.co.id | SABANG — Tepat pada 17 September 2026, Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam genap berusia 51 tahun. Momentum hari ulang tahun tersebut menjadi lebih dari sekadar perayaan bertambahnya usia. Ia menjadi ruang untuk menengok kembali perjalanan panjang seorang putra Sabang yang menapaki jalan pengabdian dari dunia politik, legislatif hingga dua kali dipercaya memimpin Pemerintah Kota Sabang.
Lahir pada 17 September 1975, Zulkifli H. Adam telah melalui perjalanan kehidupan publik yang cukup panjang. Dari aktivitas politik dan keterlibatannya dalam dinamika Aceh, ia kemudian memasuki jalur pemerintahan dan memperoleh mandat masyarakat sebagai anggota DPRK Sabang periode 2009–2014.
Perjalanan itu kemudian membawanya ke panggung eksekutif.
Pada Pilkada 2012, Zulkifli H. Adam terpilih sebagai Wali Kota Sabang periode 2012–2017, berpasangan dengan Nazaruddin. Untuk pertama kalinya, pengalaman politiknya di parlemen berhadapan langsung dengan kompleksitas mengelola pemerintahan, pelayanan publik dan pembangunan sebuah kota kepulauan yang berada di ujung barat Indonesia.
Lima tahun kepemimpinan tersebut meninggalkan sejumlah catatan program yang pernah menjadi perhatian publik, antara lain bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa, layanan kapal ambulans bagi pasien yang membutuhkan rujukan ke Banda Aceh, santunan bagi anak yatim, serta berbagai agenda pembangunan dan penguatan sektor pariwisata. Pada 2016, Zulkifli juga menyebut program biaya siswa sebagai salah satu program pro-rakyat yang ingin dilanjutkan apabila kembali mendapat kepercayaan masyarakat.
Sabang, Pariwisata dan Identitas Kota Ujung Barat
Dalam perjalanan pemerintahannya, sektor pariwisata menjadi salah satu perhatian penting. Posisi Sabang sebagai wilayah kepulauan dengan kekayaan bahari, Pulau Weh, kawasan wisata, serta ikon Kilometer Nol Indonesia membuat pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari sektor pariwisata dan lingkungan.
Pada 2015, Kota Sabang menerima Government Award 2015 bidang Pariwisata. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan sejumlah aspek penilaian, antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kreatif, lingkungan, investasi, pelayanan publik, pariwisata, UMKM, koperasi, tata kelola pemerintahan hingga heritage.
Di bidang lingkungan, Pemerintah Kota Sabang juga mencatat sejumlah capaian. Pada 2013, Sabang meraih Sertifikat Adipura, sementara pada 2016 Pemko Sabang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan 2015. Catatan pemerintah daerah saat itu menyebut WTP tersebut merupakan yang keempat secara berturut-turut pada masa kepemimpinannya, sementara pemberitaan pada Mei 2016 mencatat Sabang telah memperoleh WTP sebanyak tujuh kali secara keseluruhan.
Catatan-catatan tersebut memperlihatkan bahwa agenda pembangunan Sabang pada periode tersebut tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh pendidikan, pelayanan masyarakat, pariwisata, lingkungan dan tata kelola pemerintahan.
Kembali ke Balai Kota Setelah Delapan Tahun
Setelah menyelesaikan periode pertama sebagai Wali Kota pada 2017, perjalanan politik Zulkifli H. Adam tidak berhenti.
Pada Pilkada 2024, ia kembali maju bersama Drs. H. Suradji Junus.
Berdasarkan keputusan Komisi Independen Pemilihan Kota Sabang setelah proses pemilihan dan tahapan hukum, pasangan Zulkifli H. Adam–Suradji Junus memperoleh 9.896 suara atau 44,90 persen suara sah dan ditetapkan sebagai pasangan terpilih untuk periode 2025–2030.
Keduanya kemudian resmi dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada 14 Juni 2025 dalam rapat paripurna DPRK Sabang. Dengan pelantikan itu, Zulkifli H. Adam kembali menduduki kursi Wali Kota Sabang setelah sebelumnya pernah memimpin kota tersebut pada 2012–2017.
Kembalinya Zulkifli ke Balai Kota membawa tantangan yang berbeda. Sabang menghadapi persoalan fiskal, kebutuhan infrastruktur, pelayanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus tuntutan mengoptimalkan posisi strategisnya di jalur pelayaran internasional dan sebagai destinasi wisata.
Dalam pidato dan agenda pemerintahannya, pengembangan pelabuhan, perdagangan, pariwisata, lingkungan, investasi serta penguatan hubungan dengan pemerintah pusat menjadi bagian dari arah pembangunan yang terus didorong.
Capaian Pemerintahan Periode Kedua
Memasuki tahun pertama periode kedua, Pemerintah Kota Sabang mencatat sejumlah capaian yang mendapat apresiasi.
Pada 2025, Sabang meraih Terbaik III nasional dalam penerapan Ecological Fiscal Transfer (EFT). Program tersebut menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari kebijakan fiskal daerah dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan lindung, hutan adat serta ekosistem pesisir.
Pada tahun yang sama, Pemko Sabang juga menerima Penghargaan Penanggulangan Kemiskinan 2025 dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Zulkifli H. Adam dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Sabang juga mendapat penghargaan sebagai Kota Tercepat dalam Pengesahan Badan Hukum Koperasi Desa Merah Putih di Aceh.
Memasuki 2026, penghargaan kembali datang. Zulkifli H. Adam menerima Pemred Award 2026 kategori Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen yang dinilai berkaitan dengan keterbukaan komunikasi publik dan kemitraan dengan insan pers.
Terbaru, pada 5 September 2026, Zulkifli H. Adam menerima SMSI Aceh Award 2026 kategori Tokoh Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Aceh. Penghargaan tersebut diberikan dalam Malam Anugerah SMSI Aceh Award 2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.
Sementara di sektor lingkungan, Kota Sabang pada Agustus 2026 meraih Juara I kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatera. Pemko Sabang juga menerima insentif fiskal berupa bantuan pemerintah senilai Rp.2 miliar terkait capaian tersebut.
Di bidang pelayanan investasi, Sabang pada 2026 memperoleh nilai 87,601 dengan predikat “Sangat Baik” untuk penilaian PTSP dan PPB dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
51 Tahun: Usia Bertambah, Pengabdian Berlanjut
Bagi Zulkifli H. Adam, perjalanan 51 tahun bukan hanya tentang angka usia. Ada perjalanan panjang yang melewati dinamika politik Aceh, parlemen, pemerintahan, pergantian kepemimpinan, hingga kembali memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Sabang.
Kini, sebagai Wali Kota untuk periode kedua, tantangan yang dihadapi tentu berbeda dengan satu dekade lalu.
Sabang membutuhkan pemerintahan yang mampu menjadikan keindahan alam sebagai kekuatan ekonomi, pariwisata sebagai sumber kesejahteraan, lingkungan sebagai aset masa depan, serta posisi strategis di Selat Malaka sebagai peluang pembangunan.
Pemerintah Aceh sendiri saat pelantikan Zulkifli–Suradji pada 2025 menekankan pentingnya pengembangan kawasan pelabuhan dan perdagangan Sabang. Zulkifli juga menyampaikan harapan agar potensi pelabuhan, pariwisata dan sektor migas dapat dikembangkan secara lebih optimal dengan dukungan pemerintah pusat dan Aceh.
Karena itu, perjalanan Zulkifli H. Adam ke depan bukan semata bagaimana mempertahankan penghargaan yang telah diraih, tetapi bagaimana penghargaan tersebut diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Penghargaan adalah catatan.
Pembangunan adalah pekerjaan.
Dan kesejahteraan masyarakat adalah tujuan.
Di usia ke-51 tahun, perjalanan itu masih panjang.Dari kursi DPRK, menuju Balai Kota, kemudian kembali dipercaya memimpin Sabang untuk kedua kalinya, Zulkifli H. Adam kini berada pada fase penting dalam sejarah pengabdiannya.
Sabang bukan sekadar wilayah di ujung barat Indonesia. Ia adalah beranda negeri, kota wisata, kota bahari, kawasan strategis dan rumah bagi masyarakat yang menggantungkan harapan pada masa depan daerahnya.
Maka ulang tahun ke-51 H. Zulkifli H. Adam dapat menjadi momentum untuk kembali meneguhkan satu harapan besar: agar pembangunan Sabang terus bergerak dari sekadar capaian administratif menuju perubahan yang benar-benar terasa di tengah masyarakat.
Selamat ulang tahun ke-51, H. Zulkifli H. Adam.
Semoga usia yang bertambah menjadi kekuatan untuk terus bekerja, memperkuat persatuan, membuka ruang kolaborasi dan menghadirkan kemajuan bagi Kota Sabang—dari Titik Nol Kilometer Indonesia untuk Indonesia.
(Kaperwil GWI ACEH Wilayah Sabang : MJ Novi Karno)










