Almamater Lima Siapkan Aksi Ketiga
KOTA TANGERANG,- Di saat sekelompok warga terus menyuarakan dugaan penyusutan aset Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Potret, Pemerintah Kota Tangerang hingga kini belum menyampaikan penjelasan resmi. Padahal, aksi penyampaian aspirasi telah berlangsung dua kali.
Kelompok masyarakat yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Madani Tangerang Libas Mafia (Almamater Lima) mempertanyakan dugaan berkurangnya luas RTH Taman Potret yang mereka nilai tidak lagi sesuai dengan kondisi semestinya. Mereka juga menduga terdapat pemanfaatan sebagian lahan oleh kawasan TangCity Mall.
Selain itu, kelompok tersebut menyoroti dugaan perubahan alur Kali Cikokol yang menurut mereka belum disertai penjelasan mengenai dasar hukum maupun perizinan dari instansi yang berwenang.
Koordinator Almamater Lima, Djalu, mengatakan pihaknya telah bertemu dengan manajemen TangCity Mall untuk meminta klarifikasi. Namun, menurutnya, pertemuan tersebut belum menghasilkan penjelasan yang menjawab substansi tuntutan masyarakat.
“Kami sudah menyampaikan seluruh pertanyaan. Namun hingga kini belum ada penjelasan yang memberikan kepastian terhadap persoalan yang kami angkat,” kata Djalu, Sabtu (25/7/2026).
Dalam tuntutannya, Djalu juga meminta agar Kali Cikokol dikembalikan ke alur semula apabila terbukti telah dipindahkan tanpa izin resmi dari pemerintah yang berwenang. Menurutnya, perubahan alur sungai tidak dapat dilakukan secara sepihak dan harus melalui mekanisme serta perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Kalau memang alur Kali Cikokol dipindahkan tanpa izin resmi, kami meminta agar dikembalikan seperti semula. Ini bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga menyangkut aset dan tata kelola ruang yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Djalu.
Karena belum memperoleh jawaban yang dianggap memadai, Almamater Lima memastikan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa untuk ketiga kalinya di depan TangCity Mall dalam waktu dekat.
Bagi Djalu, yang lebih disayangkan bukan hanya belum adanya kepastian atas dugaan persoalan tersebut, melainkan juga sikap Pemerintah Kota Tangerang dan dinas terkait yang hingga kini belum memberikan tanggapan resmi, meski aspirasi telah disampaikan melalui dua aksi terbuka.
Menurut Djalu, pemerintah semestinya hadir memberikan penjelasan kepada publik apabila aset daerah memang sedang dipersoalkan. Ketiadaan respons, kata dia, berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Djalu juga mengaku menduga adanya keterlibatan oknum dalam persoalan tersebut. Namun, dugaan itu masih merupakan pernyataan dari pihak Almamater Lima dan belum dapat dibuktikan secara hukum.
Ia menegaskan perjuangan kelompoknya tidak akan berhenti. Persoalan dugaan penyusutan RTH Taman Potret dan dugaan pemindahan Kali Cikokol, kata Djalu, akan terus dibawa ke pemerintah pusat hingga aparat penegak hukum agar dilakukan penelusuran sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Tangerang, dinas terkait, maupun pihak TangCity Mall belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai dugaan dan pernyataan yang disampaikan Almamater Lima.
Redaksi membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.***
Editor : Nbl










