Puskesmas Panimbang Dinilai Lalai Dalam Pengawasan Program MBG Di Panimbang

banner 468x60

Pandeglang-Banten / Puskesmas berperan sebagai garda terdepan dalam pengawasan keamanan pangan dan gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fungsi utamanya meliputi Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dapur umum, pengambilan sampel makanan (uji keamanan pangan), pemantauan distribusi, serta edukasi gizi seimbang untuk mencegah stunting.

Berikut adalah fungsi detail Puskesmas dalam program MBG:

Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) Dapur MBG: Melakukan pengawasan rutin terhadap standar kebersihan, sanitasi, dan keamanan dapur tempat pengolahan makanan.Pengujian Sampel Makanan, Mengambil sampel makanan dan air minum di dapur umum (SPPG) untuk menguji kelayakan higienis makanan sebelum didistribusikan.

Monitoring Distribusi Makanan: Memastikan proses pengemasan (packing) dan pendistribusian makanan kepada penerima manfaat (anak sekolah, ibu hamil, menyusui) berjalan tepat waktu dan tetap higienis.Pembinaan Higiene dan Sanitasi: Memberikan edukasi dan pembinaan kepada penjamah makanan (food handler) di dapur umum mengenai cara pengolahan makanan yang aman.

Evaluasi Gizi: Mendukung program dengan memastikan menu yang disajikan memenuhi standar gizi untuk perbaikan pola konsumsi dan penurunan angka stunting.

Berdasarkan aturan terbaru tahun 2026, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi tanpa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) wajib di-suspend atau dihentikan sementara operasionalnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan prinsip “Tidak ada IPAL MBG, tidak ada izin operasi”.Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi tersebut:Kebijakan Tegas BGN (2026):

Dapur yang belum memiliki IPAL standar (mengacu pada KepmenLH No. 2760 Tahun 2025) dan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS) wajib disuspend.

Peran Puskesmas/Satgas: Kepala Puskesmas, melalui Satgas Program MBG tingkat kecamatan/kabupaten, memiliki wewenang dan kewajiban untuk merekomendasikan penghentian (suspend) dapur yang tidak memenuhi standar sanitasi dan limbah.Risiko Lingkungan & Sosial: Tanpa IPAL

Tapi sayang Puskesmas kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang Banten diduga kuat lalai dalam pengawasan sesuai tupoksinya didalam program makan gizi gratis (MBG) yang ada di kecamatan Panimbang.

Salah satu contoh kecil, Dapur MBG SPPG Panimbang Jaya #008 No ID SPPG: 0H14CZJJ dengan titik lokasi di: Jl Tanjung Baru, Panimbang Jaya kecamatan Panimbang kabupaten Pandeglang diduga kuat belum memiliki IPAL tetapi sudah beroperasional, Lalu kemana saja pihak puskesmas selama ini.

Kepala Puskesmas Panimbang saat di konfirmasi oleh media via pesan WhatsApp terkait dengan hal tersebut sesuai tupoksinya ia mengatakan.” Iya kang terima kasih insya allah besok kita buatkan jawabannya singkatnya.

Raeynold Kurniawan ketua Gabungannya Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang mengatakan.” Ketertiban kepala Puskesmas dalam program MBG sangat krusial, terutama berfokus pada fungsi pengawasan, pendampingan kesehatan dan jaminan keamanan pangan.Meskipun pengelolaan operasional harian dapur MBG dilakukan oleh mitra independen (SPPG).

Puskesmas bertanggung jawab memastikan makanan yang disajikan aman dan memenuhi standar gizi.Berikut adalah rincian keterlibatan Kepala Puskesmas dalam program MBG berdasarkan perkembangan di lapangan:

1. Monitoring Kesehatan Lingkungan (IKL) dan Sanitasi Survei IKL: Tim Puskesmas, di bawah arahan Kepala Puskesmas, melakukan survei kesehatan lingkungan di lokasi dapur umum SPPG untuk memastikan kebersihan.Higiene Sanitasi Pangan: Memastikan bahwa proses persiapan, pengolahan, hingga distribusi makanan mematuhi standar higienis untuk mencegah kasus keracunan makanan.

2. Pendampingan Gizi dan Kesehatan pemantauan Menu: Puskesmas memberikan rekomendasi dan memantau menu makanan agar sesuai dengan kebutuhan gizi anak sekolah (usia sekolah).Pengawasan Kualitas: Memastikan bahan makanan yang digunakan memenuhi standar gizi (peran penting tenaga gizi Puskesmas).

3. Koordinasi dan Evaluasi evaluasi Berkala: Kepala Puskesmas melakukan evaluasi bersama pihak terkait (Camat, sekolah, dan penyelenggara dapur) untuk meninjau keberhasilan dan kendala lapangan.Pelibatan dalam Kasus: Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dilibatkan langsung sebagai bagian dari evaluasi dan penanganan kasus (jika terjadi insiden kesehatan).

4. Pengamanan Kualitas Gizi Lokal kepala Puskesmas di beberapa daerah aktif meninjau dapur umum untuk memastikan kualitas gizi dan bahan lokal yang digunakan aman dan bernutrisi.Secara keseluruhan, Puskesmas bertindak sebagai garda terdepan kesehatan dalam pelaksanaan MBG untuk memastikan tujuan peningkatan gizi anak tercapai tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan

Puskesmas semestinya lakukan monitoring kesehatan (IKL) dan Sanitasi lalu kemana saja pihak puskesmas Panimbang selama ini tutup Raeynold Kurniawan.

 

Tim investigasi GWI

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *