Pandeglang, Banten — gabungnyawartawanindonesia.co.id ll Mobil siaga desa hibah dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang berada di Desa Malangnengah, Kecamatan Cibitung, diduga ditelantarkan tanpa perawatan hingga kini kondisinya rusak parah dan tidak dapat difungsikan.
Hasil konfirmasi Tim Investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) kepada aparat Desa Malangnengah, Alim, selaku bagian perencanaan, menyebutkan bahwa kendaraan tersebut merupakan mobil hibah dari Pemkab Pandeglang yang diterima pada tahun 2021.
Menurut Alim, saat pertama kali diterima, kondisi mobil sudah dalam keadaan rusak. Namun pihak desa sempat melakukan perbaikan sehingga kendaraan tersebut pernah beroperasi dan digunakan untuk kepentingan pelayanan masyarakat.
“Mobil sempat hidup dan bisa digunakan, tetapi kembali rusak dan sejak tahun 2024 tidak lagi beroperasi,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan mobil siaga tersebut kini terparkir dalam kondisi memprihatinkan, tanpa perawatan rutin, hingga menyerupai barang rongsokan. Padahal, mobil siaga desa memiliki fungsi vital untuk menunjang pelayanan publik, terutama dalam kondisi darurat, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan.
Keterangan serupa disampaikan warga Desa Malangnengah yang enggan disebutkan identitasnya. Warga menilai pemerintah desa tidak menunjukkan upaya serius untuk memperbaiki dan merawat kendaraan tersebut, meskipun keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat.
“Sudah lama tidak berfungsi dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan yang jelas,” ujar salah seorang warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Tim Investigasi GWI yang dipimpin M. Sutisna menyayangkan terbengkalainya aset milik Pemerintah Kabupaten Pandeglang di tingkat desa. Ia meminta Pemkab Pandeglang, khususnya instansi terkait, untuk turun langsung melakukan evaluasi dan penyelamatan aset negara agar tidak semakin rusak dan merugikan kepentingan publik.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Malangnengah belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan dan klarifikasi resmi terkait kondisi mobil siaga desa tersebut.
Redaksi










