Lombok Timur || Gabungnyawartawanindonesia.co.id – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Banjarsari, Kecamatan Labuhan Haji, berinisial HM (25), meninggal dunia saat bekerja di Malaysia pada (2 April 2026). Kabar tersebut membawa duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.
Setelah melalui proses pemulangan yang memakan waktu beberapa hari, jenazah akhirnya tiba di Lombok Timur dan dimakamkan pada (6 April 2026). Kepulangan almarhum tidak lepas dari peran aktif Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Nasional Indonesia (DPC SBNI) Lombok Timur.
Ketua DPC SBNI Lotim, Sarwin, SH, turun langsung mendampingi keluarga korban sejak awal proses hingga pemakaman selesai. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan lancar, termasuk dalam hal pengurusan administrasi dan koordinasi dengan pihak terkait.
Sarwin menegaskan bahwa kehadiran SBNI merupakan bentuk kepedulian terhadap para pekerja migran yang telah berjuang di luar negeri. Menurutnya, pendampingan ini penting agar keluarga tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi sulit.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab kemanusiaan kami, agar almarhum bisa kembali ke kampung halaman dan dimakamkan dengan layak,” ujarnya.
Setibanya di Lombok Timur, jenazah langsung dibawa ke Desa Banjarsari dan dimakamkan oleh keluarga dalam suasana penuh haru. Warga setempat turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Keluarga almarhum menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. Luhun, paman korban, mengungkapkan bahwa pendampingan tersebut sangat membantu, terutama dalam proses yang cukup panjang dan melelahkan.
Ia berharap perhatian terhadap pekerja migran Indonesia semakin ditingkatkan, baik dari segi perlindungan maupun penanganan ketika terjadi musibah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap PMI tidak hanya diperlukan saat mereka bekerja di luar negeri, tetapi juga ketika menghadapi kondisi darurat hingga kembali ke tanah air.(red)










