Viral! Kades Mangkualam Diduga Ikut Joget di Atas Panggung, GOW-BANTEN: Jangan Diam, Buka Fakta!

banner 468x60

PANDEGLANG — Polemik video hiburan yang viral di media sosial TikTok kembali bergulir. Setelah sebelumnya terungkap bahwa lokasi yang disebut sebagai Batu Hideung ternyata merupakan Kampung Batu Hideung, Desa Mangkualam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, kini muncul sorotan baru terkait dugaan kehadiran dan aksi joget Kepala Desa Mangkualam, Sumhana, di atas panggung.

Dalam video berdurasi sekitar satu menit tersebut, tampak suasana hiburan musik dengan sejumlah orang berada di sekitar panggung. Seorang warga terlihat berjoget sambil melempar uang pecahan sekitar Rp2.000-an ke arah wajah biduan. Sang biduan bahkan terdengar mengingatkan agar tindakan tersebut tidak dilakukan.

Yang menjadi perhatian, dalam rekaman tersebut diduga terlihat Kepala Desa Mangkualam berada dan ikut berjoget di atas panggung. Namun, identitas orang yang berada di atas panggung tersebut tetap perlu dikonfirmasi secara resmi kepada pihak terkait.

Video itu kini kembali menjadi sorotan Gabungan Organisasi Wartawan dan Lembaga Banten (GOW-BANTEN) yang meminta persoalan tersebut tidak dianggap sepele karena menyangkut sosok kepala desa sebagai bagian dari pemerintahan desa.

Raeynold Kurniawan, Koordinator GOW-BANTEN sekaligus Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan masyarakat menikmati hiburan. Namun, ketika sosok kepala desa diduga terlihat berada di atas panggung dalam sebuah kegiatan yang kemudian viral, publik membutuhkan penjelasan mengenai konteks kehadirannya.

“Kami tidak mempersoalkan masyarakat mengadakan hiburan. Tetapi kalau benar yang terlihat dalam video tersebut adalah Kepala Desa Mangkualam dan beliau ikut berada di atas panggung, maka tentu harus ada penjelasan kepada masyarakat. Dalam kapasitas apa beliau hadir dan bagaimana pemerintah desa menyikapi kegiatan tersebut?” ujar Raeynold.

Menurutnya, persoalan tersebut semakin penting setelah Asda 1 Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah memiliki mekanisme terkait disiplin kepala desa yang bersangkutan.

“Kalau memang sudah ada mekanisme pembinaan atau disiplin sebagaimana disampaikan Asda 1, maka publik tentu ingin mengetahui persoalan apa yang sebenarnya terjadi dan sejauh mana langkah pemerintah telah dilakukan. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui potongan video tanpa penjelasan resmi,” tegasnya.

Sementara itu, Jaka Somantri, Koordinator II GOW-BANTEN sekaligus Sekjen AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan langsung kepada Kepala Desa Mangkualam dan Kecamatan Cimanggu.

“Kami akan meminta klarifikasi secara langsung. Kalau benar Kepala Desa Mangkualam berada dan ikut berjoget di atas panggung, jelaskan konteksnya. Apakah hadir sebagai pribadi, sebagai tamu, atau dalam kapasitas lain. Jangan sampai karena viral kemudian muncul berbagai persepsi yang tidak sesuai fakta,” tegas Jaka.

Jaka juga mempertanyakan aspek pengawasan pemerintah desa terhadap kegiatan hiburan masyarakat, terutama setelah muncul adegan seorang warga melempar uang ke arah wajah biduan yang kemudian tersebar luas di media sosial.

“Yang kami minta bukan penghakiman. Kami meminta fakta. Siapa penyelenggaranya, apakah kegiatan diketahui pemerintah desa, siapa yang bertanggung jawab, dan apa langkah pemerintah setelah video tersebut viral. Kalau memang tidak ada persoalan, jelaskan. Kalau ada persoalan, pemerintah juga harus menjelaskan langkah penanganannya,” katanya.

 

GOW-BANTEN juga meminta Camat Cimanggu dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang memberikan penjelasan mengenai pembinaan terhadap pemerintahan desa, terlebih setelah muncul pernyataan Asda 1 tentang adanya mekanisme disiplin.

Menurut GOW-BANTEN, klarifikasi menjadi penting agar persoalan tersebut tidak berkembang hanya berdasarkan potongan video dan komentar di media sosial.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Mangkualam, Sumhana, belum memberikan klarifikasi terkait dugaan kehadiran dan joget di atas panggung sebagaimana terlihat dalam video yang beredar.

GOW-BANTEN menegaskan akan tetap membuka ruang hak jawab bagi Kepala Desa Mangkualam, Pemerintah Kecamatan Cimanggu, maupun pihak penyelenggara agar persoalan tersebut dapat disajikan secara berimbang berdasarkan fakta.

Penulis: Team/Red

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *