PANDEGLANG — Sebuah video berdurasi sekitar satu menit yang beredar di media sosial TikTok menuai sorotan publik. Video tersebut diduga memperlihatkan suasana hiburan musik di Desa Mangku Alam, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, di mana seorang warga terlihat berjoget sambil melempar uang pecahan Rp2.000-an ke arah wajah seorang biduan.
Dalam video tersebut, sang biduan bahkan terdengar mengingatkan agar tindakan tersebut tidak dilakukan. Ia menyebut agar pelaku mengingat keberadaan kepala desa.
Situasi tersebut semakin menjadi perhatian setelah dalam video terdengar adanya respons keras yang disebut-sebut dari pihak kepala desa terkait kejadian tersebut.
Viralnya video itu kini mendapat sorotan dari Gabungan Organisasi Wartawan dan Lembaga Banten (GOW-BANTEN). Organisasi tersebut meminta Pemerintah Desa Mangku Alam memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kegiatan hiburan yang videonya beredar luas di masyarakat.
Raeynold Kurniawan, Koordinator GOW-BANTEN sekaligus Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, mendesak Kepala Desa Mangku Alam tidak tinggal diam terhadap polemik yang berkembang.
Menurut Raeynold, pemerintah desa perlu menjelaskan secara terang konteks kegiatan tersebut, termasuk siapa penyelenggara, apakah kegiatan tersebut diketahui atau mendapat persetujuan pemerintah desa, serta bagaimana pengawasan terhadap kegiatan hiburan yang berlangsung di wilayah desa.
“Kalau benar kegiatan itu berlangsung di wilayah Desa Mangku Alam dan kemudian videonya viral, jangan sampai pemerintah desa hanya muncul ketika terjadi keributan. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang utuh mengenai kegiatan tersebut,” tegas Raeynold.
Ia juga meminta agar pihak desa tidak mengabaikan aspek ketertiban dan kepatutan dalam setiap kegiatan hiburan masyarakat.
“Yang kami soroti bukan semata-mata soal joget atau hiburannya. Tetapi ketika muncul adegan melempar uang ke wajah biduan dan kemudian menjadi konsumsi publik melalui media sosial, tentu ini perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan persepsi liar di tengah masyarakat,” tambahnya.
GOW-BANTEN juga mendorong pemerintah desa memastikan setiap kegiatan hiburan masyarakat berjalan sesuai ketentuan serta tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan norma yang berlaku di lingkungan setempat. Bukan nya sang kepala desa malah ikut memperkeruh keadaan seakan akan menyulut keributan.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Mangku Alam, Sumhana belum berhasil dikonfirmasi terkait viralnya video tersebut maupun mengenai kapasitas pemerintah desa dalam kegiatan yang menjadi sorotan tersebut.
GOW-BANTEN menegaskan, pihaknya membuka ruang seluas-luasnya bagi Kepala Desa Mangkualam maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab agar persoalan ini dapat dilihat secara berimbang berdasarkan fakta.
Penulis : Team/red










