*Skandal Rp 50 Miliar KONI Tangsel: Dana Pembinaan Atlet Diduga Dibelokkan untuk Mobil Mewah & Renovasi*

banner 468x60

 

*TANGSEL* — Pekan Olahraga Provinsi Banten November 2026 masih beberapa bulan lagi. Tapi suasana KONI Tangerang Selatan sudah panas duluan.

Penyebabnya: dana hibah lebih dari Rp 50 miliar dari Pemkot Tangsel yang seharusnya untuk pembinaan atlet, kini diterpa dugaan penyimpangan.

Informasi yang dihimpun, pencairan tahap awal dana jumbo itu dinilai tidak transparan. Alih-alih mengalir ke fasilitas latihan dan kesejahteraan atlet, aliran dananya justru disinyalir berbelok ke kepentingan lain.

*Fakta & Indikasi yang Disorot Publik*

*1. Alih Fungsi Anggaran*
Alokasi dana fantastis yang tujuannya mendongkrak prestasi atlet Porprov 2026 diduga kuat dipakai untuk membiayai fasilitas pribadi.

*2. Sewa 3 Unit Mobil Mewah*
Muncul temuan penggunaan anggaran hibah untuk menyewa tiga unit mobil roda empat kategori mewah. Padahal item tersebut tidak berkaitan langsung dengan pembinaan prestasi.

*3. Renovasi Ruang Ketua KONI*
Selain kendaraan, dana juga diduga mengalir ke proyek renovasi ruangan pimpinan atau Ketua KONI Tangsel.

*4. Keterlibatan Multi-Pihak*
Kasus ini disebut-sebut menyeret jejaring oknum strategis. Mulai dari internal KONI, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, oknum Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, hingga keterlibatan oknum pengusaha.

*5. Transparansi Dipertanyakan*
Minimnya kejelasan pada pencairan tahap awal membuat pertanggungjawaban SPJ tertutup kabut. Hal ini memicu tanda tanya besar di masyarakat Tangsel.

*Konfirmasi Buntu*
Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait yang dikonfirmasi oleh wartawan media online Gabungan Wartawan Indonesia belum memberikan jawaban. Baik melalui surat resmi maupun pesan WhatsApp. Sikap bungkam ini justru menambah tanda tanya soal akuntabilitas pengelolaan dana hibah.
*Desakan Audit Tuntas*
Dengan Porprov 2026 di depan mata, masyarakat khawatir skandal ini akan merusak mental atlet yang selama ini berjuang membawa nama harum Tangsel.

Desakan pun menguat agar Aparat Penegak Hukum dan lembaga pengawas independen segera turun tangan. Audit menyeluruh terhadap aliran dana Rp 50 miliar dinilai mendesak agar semuanya dibuka seterang-terangnya.

Apakah benar dana rakyat untuk olahraga dibelokkan demi kepentingan segelintir elite? Publik Tangsel kini menunggu ketegasan Pemkot dan APH.

_Penulis: Syarif. 95

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *