Sanggau,gabungnyawartawanindonesia.co.id-Kalbar – Puluhan tahun setelah Indonesia merdeka, warga Dusun Segok–Sebaboy, Desa Sebuduh, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, hingga kini masih hidup tanpa aliran listrik dari PLN. Kondisi ini menjadi potret nyata ketimpangan pembangunan sekaligus bukti lemahnya kehadiran negara dalam memenuhi hak dasar masyarakat pedesaan.
Warga mengaku telah berulang kali mengajukan proposal permohonan pemasangan jaringan listrik, namun tidak pernah mendapatkan kepastian. Bahkan pengajuan terakhir yang dilakukan pada tahun 2025 pun hingga kini tak kunjung mendapat tanggapan.
Medi, salah satu warga Dusun Segok–Sebaboy, menyebut pemerintah terkesan menutup mata terhadap kondisi yang dialami masyarakatnya sendiri.
“Sudah puluhan tahun kami tidak menikmati listrik negara. Proposal sudah kami ajukan berkali-kali dari tahun ke tahun, tapi tidak pernah ada jawaban. Negara seolah tidak hadir,” ujar Medi saat diwawancarai awak media.
Hal senada disampaikan Paulus, warga setempat, yang menegaskan bahwa selama puluhan tahun dusun mereka belum pernah menikmati penerangan dari PLN. Menurutnya, warga hanya mengandalkan listrik tenaga surya dengan keterbatasan daya yang sangat minim.
“Selama puluhan tahun ini kampung kami tidak ada penerangan listrik dari PLN. Kami hanya mengandalkan listrik tenaga surya. Anak-anak mau belajar juga mengalami kesulitan,” kata Paulus.
Ia menambahkan, berbagai upaya administratif telah dilakukan masyarakat demi mendapatkan perhatian pemerintah, namun hasilnya nihil.
“Proposal sudah kami ajukan dari tahun ke tahun, bahkan sampai tahun 2025 terakhir kami mengajukan, tapi sampai sekarang belum ada tanggapannya,” tegas Paulus.
Ketiadaan listrik berdampak langsung terhadap kualitas hidup warga. Anak-anak kesulitan belajar di malam hari, aktivitas ekonomi masyarakat terhambat, dan biaya hidup meningkat karena harus mencari sumber penerangan alternatif yang terbatas dan tidak stabil.
Warga menilai Pemerintah Kabupaten Sanggau gagal menjalankan tanggung jawab dasarnya terhadap masyarakat pedalaman. Di tengah gencarnya klaim pembangunan dan pemerataan infrastruktur, Dusun Segok–Sebaboy justru tertinggal jauh dan seolah luput dari perhatian.
“Kami warga Sanggau, warga NKRI. Tapi perlakuan yang kami terima seperti warga kelas dua. Kami hanya ingin lampu menyala, itu saja,” ungkap Medi.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga Pemerintah Pusat untuk segera turun langsung ke lapangan dan memberikan solusi konkret, bukan sekadar janji.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sanggau maupun pihak PLN terkait belum tersedianya jaringan listrik di Dusun Segok–Sebaboy, Desa Sebuduh.
Pewarta : Rinto Andreas
#presidenrepublikindonesia
#indonesiaterang
#pemkabsanggau
#gubernurkalimantanbarat
#plnsanggau
#plnprovunsikalimantanbarat
#plnpusatdijakarta
#viralsanggau
#sorotanpublik
