Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, gabungnyawartawanindonesia.co.id – terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui pengembangan inovasi Jawara Beton dalam pembuatan panel Rumah Instan Sederhana Hemat dan Aman (RISHAM). Inovasi ini diwujudkan melalui pembangunan rumah contoh tipe 36 yang memanfaatkan panel beton pracetak hasil produksi Warga Binaan, Selasa (10/3). Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan berbasis keterampilan kerja yang produktif, sekaligus membekali Warga Binaan dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Pembangunan rumah contoh tersebut diawali dengan proses pembuatan panel beton pracetak yang dikerjakan secara bertahap oleh Warga Binaan di bawah pendampingan petugas. Dalam prosesnya, sejumlah Warga Binaan terlibat pada tahap pembesian, yakni menyusun dan merakit rangka besi sebagai kerangka utama panel agar memiliki struktur yang kuat dan kokoh. Setelah rangka besi selesai dipersiapkan, proses dilanjutkan dengan pengecoran beton ke dalam cetakan hingga membentuk panel yang siap digunakan sebagai bagian dari konstruksi rumah.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pembinaan kemandirian yang berorientasi pada peningkatan keterampilan kerja Warga Binaan. “Melalui inovasi Jawara Beton dan pembuatan panel RISHAM, kami berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman kerja secara langsung. Dengan keterlibatan Warga Binaan dalam proses produksi, diharapkan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali dan berdaya secara produktif di tengah masyarakat,” tegasnya.
Untuk memastikan kegiatan berjalan secara optimal, proses produksi panel dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas bagi setiap Warga Binaan yang terlibat. Pendampingan petugas juga diberikan pada setiap tahapan pekerjaan, sehingga proses pembelajaran berlangsung secara terarah dan aman.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Aris Supriyadi menuturkan bahwa program ini dirancang sebagai sarana pembinaan keterampilan yang berkelanjutan. “Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi Warga Binaan. Mulai dari pengenalan alat kerja, teknik pembesian, hingga proses pengecoran panel, seluruhnya dilakukan secara bertahap agar mereka dapat memahami proses konstruksi secara menyeluruh,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Sarana Kerja, Sakti Wahyu Gumilar menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana yang tersedia di lingkungan Lapas. “Melalui program ini, kami memanfaatkan fasilitas yang ada secara produktif untuk kegiatan pembinaan kerja. Selain menghasilkan panel beton yang digunakan dalam pembangunan rumah contoh, kegiatan ini juga memberikan pengalaman kerja nyata bagi Warga Binaan,” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru selama mengikuti proses pembuatan panel RISHAM. “Saya belajar mulai dari merakit besi untuk kerangka panel hingga proses pengecoran beton. Pengalaman ini penting bagi saya. Semoga nantinya bisa menjadi bekal ketika saya kembali ke masyarakat,” tutur S (inisial).
Melalui inovasi Jawara Beton dan pembangunan rumah contoh tipe 36 berbasis panel RISHAM ini, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga membuka peluang bagi Warga Binaan untuk memiliki kemampuan yang produktif. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat kembali ke masyarakat dengan kesiapan yang lebih baik serta mampu menjalani kehidupan secara mandiri dan berdaya guna.
